Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Menaikkan tarif impor dari Turki "menimbulkan risiko serius" bagi Amerika Serikat, seorang pejabat dari Kamar Dagang AS mengatakan pada Selasa.
Dalam sebuah pernyataan, Myron Brilliant, wakil presiden eksekutif dan kepala urusan internasional, mengatakan Kamar Dagang telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa "mengasingkan sekutu kita dalam perang perdagangan berbalas akan membahayakan ekonomi AS dan merongrong kepemimpinan global Amerika, serta bukti bahaya itu terhadap pekerja, petani, dan bisnis AS semakin meningkat”.
Presiden Donald Trump mengumumkan di Twitter Jumat lalu bahwa ia akan menggandakan tarif impor baja dan aluminium dari Turki.
Kedua negara telah menjadi sekutu dekat selama lebih dari 60 tahun, sementara Turki telah menjadi anggota kuat NATO.
"Perkembangan terbaru dalam hubungan AS-Turki mengancam kepentingan ekonomi kedua negara dan membahayakan suatu aliansi yang telah membuktikan nilainya selama beberapa dekade," kata Brilliant.
"Tindakan yang meningkatkan ketegangan ini berisiko menyebarkan tantangan keuangan saat ini ke pasar negara berkembang lainnya, ke bank-bank Eropa, dan pada akhirnya, ke ekonomi AS."
Kamar Dagang AS sejak 2013 telah menjadi rumah bagi Dewan Bisnis AS-Turki, yang mewakili lebih dari 60 perusahaan Amerika terbesar yang melakukan bisnis di Turki, menurut pernyataan itu.