Hayati Nupus
25 Agustus 2018•Update: 26 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan status tanggap darurat penanganan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berakhir hari ini.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan selepas ini status akan berlanjut ke tahap transisi darurat menuju pemulihan.
“Saat ini masih dibahas periode transisi darurat ke pemulihan, selanjutnya akan ditetapkan oleh Gubernur NTB melalui surat keputusan,” ujar Sutopo, dalam siaran pers Jumat malam.
Sutopo mengatakan status transisi darurat menuju pemulihan hanya bersifat sementara, agar sarana-prasarana vital dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat segera berfungsi. Jika ini rampung, akan beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sementara penanganan darurat, menurut Sutopo, tetap diteruskan. Seperti pembersihan puing, distribusi air, penggantian lahan, bangunan dan tanaman, pelayanan kesehatan, sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan sandang.
Petugas, kata Sutopo, masih membersihkan puing dengan bantuan 61 eskavator.
Sutopo juga mengatakan jika jumlah pasien sakit akibat gempa Lombok terus berkurang. Hingga saat ini, Tim Pelayanan Kesehatan TNI telah menangani 21.328 pasien.
Sementara bantuan logistik terus dilakukan. TNI mengerahkan bantuan ke desa-desa terpencil menggunakan kendaraan roda empat.
“Sejumlah bantuan bahkan diantar dengan berjalan kaki, karena banyak desa di Lombok Utara dan Lombok Timur yang wilayahnya perbukitan sehingga aksesnya sulit dijangkau,” kata Sutopo.
Hingga kini gempa susulan terus terjadi, dengan tren magnitudo mengecil. Hingga Sabtu sore, tercatat telah 1.089 kali gempa terjadi sejak 5 Agustus 2018, sebanyak 50 di antaranya terasa.