Hayati Nupus
05 November 2018•Update: 05 November 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pusat Kedokteran dan Kesehatan RS Bhayangkara Polri mengatakan proses identifikasi penumpang pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP tak terpengaruh jadwal evakuasi tim SAR gabungan.
Kepala Pusdokkes Polri Brigjen Pol Arthur Tampi mengatakan proses pencocokan data dan identifikasi dengan DNA itu tetap berlanjut meski proses evakuasi berakhir pada Kamis esok.
“Semua part body yang kita terima pasti akan kita identifikasi sampai tuntas,” kata Arthur kepada keluarga penumpang pesawat Lion Air JT-610, Senin, di Jakarta.
Arthur mengatakan semisal operasi pencarian tidak lagi diperpanjang dan ada nelayan yang menemukan jenazah penumpang pesawat itu, pihaknya akan tetap mengidentifikasi.
Meski begitu Arthur mengakui tingkat kesulitan identifikasi akan bertambah bila jenazah terlalu lama terendam air.
Dengan komponen data terbatas, lanjut Arthur, DNA jenazah akan sulit teridentifikasi.
Karena semua data yang masuk akan diidentifikasi, maka Arthur menjamin tidak akan ada jenazah yang dimakamkan secara massal.
“Semua pasti teridentifikasi, ini hanya soal waktu,” ujar Arthur.
Badan SAR Nasional memperpanjang masa pencarian penumpang pesawat Lion Air JT-610 selama tiga hari.
Masa pencarian yang seharusnya berakhir Minggu kemarin itu tetap dilakukan hingga Rabu besok.
Hingga saat ini, RS Bhayangkara telah menerima 255 data. Sebanyak 189 di antaranya telah terverifikasi, yaitu 125 berjenis kelamin laki-laki, 64 perempuan, tiga anak-anak dan dua bayi. Sebanyak 14 jenazah penumpang telah teridentifikasi.
Arthur menjelaskan butuh waktu 4-8 hari untuk mengidentifikasi DNA jenazah. Jika identifikasi itu gagal, pihaknya akan mengidentifikasi ulang.
Pesawat Lion Air JT 610 berjenis Boeing 737 MAX 8 kecelakaan pada Senin di Laut Jawa, tepatnya di Perairan Karawang, Jawa Barat.
Ini merupakan pesawat baru Lion Air B 737-800 Max yang beroperasi sejak Agustus lalu dengan lama penerbangan 800 jam.
Pesawat berisikan 189 orang, sebanyak Sebanyak 181 orang di antaranya merupakan penumpang dan delapan lainnya awak pesawat.
Dari Jakarta, pesawat berangkat menuju Pangkal Pinang pukul 06.10 WIB dan hilang kontak setelah 13 menit mengudara.