Pizaro Gozali İdrus
10 Agustus 2018•Update: 11 Agustus 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengirim 200 kantong sejak gempa Lombok terjadi.
Ketua PMI Ginanjar Kartasasmita mengatakan kiriman tersebut cukup sebagai stok selama beberapa hari kedepan untuk menangani korban gempa Lombok.
“Kantong darah tersebut kita kirim dulu ke rumah sakit di Mataram karena di Lombok tidak ada tempat penyimpanan,” kata Ginanjar kepada Anadolu Agency pada Jumat di kantor PMI, Jakarta.
Ginanjar menyampaikan pengiriman darah harus mendapatkan perlakuan khusus. Sebab jika pengiriman terlalu lama, maka kantong darah bisa rusak.
Namun demikian, PMI memastikan pengiriman kantong darah masih akan terus mengalami penambahan. Mengingat jumlah korban terus bertambah.
Untuk itu, kata Ginanjar, stok kantong darah saat ini sudah dipersiapkan di Bali, Surabaya, dan Malang.
Ketika memerlukan kantong darah yang berlebihan, PMI siap memasok segera ke Lombok.
“Kita sesuai permintaan dan kebutuhan,” kata Ginanjar.
--Pabrik kantong darah
Ginanjar juga mengatakan Indonesia dan Korea Selatan tengah membangun pusat bank darah di Bekasi, Jawa Barat.
Pembangunan tersebut dilakukan dengan menggandeng perusahaan biofarmasi Korea Selatan Green Cross.
“Mereka kasih teknologinya. Itu yang penting buat kita,” kata Ginanjar.
Ginanjar menyatakan dengan kehadiran pabrik kantung darah, Indonesia tidak perlu bergantung dengan pasokan dari luar.
“Kalau ada bencana dan kita tidak punya kantung darah, pasien di rumah sakit bisa mati,” kata dia.
Sebelumnya, Pemerintah menyebutkan jumlah korban tewas gempa berkekuatan 7 skala richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga hari ini mencapai 319 orang.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI Wiranto mengatakan jumlah itu berdasarkan hasil pendataan terakhir oleh Komandan Satuan Tugas Darurat Bencana Gempa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Harapannya setelah ini dari sumber manapun datanya akan sama, baik dari BNPB, Pemda atau lainnya,” ujar Wiranto, Kamis, seusai rapat koordinasi penanganan bencana gempa Lombok, di Jakarta.