Pizaro Gozali
15 September 2017•Update: 15 September 2017
Pizaro Gozali
BOGOR
Pengacara pesantren Ibnu Mas'ud mendatangi Polres Bogor untuk mengajukan perlindungan hukum mengingat adanya desakan pembubaran pada tanggal 17 September nanti.
"Kami mengkhawatirkan ada tindakan anarkis yang berdampak pada psikologis anak-anak. Karena dari 260 anak, hanya beberapa saja yang sudah diambil orangtuanya," ujar Direktur Pusat Bantuan Hukum Dompet Dhuafa, Evi Risna Yanti di Bogor kepada Anadolu Agency, Jumat.
Evi mengaku mendapat informasi adanya pengerahan massa dari lima kecamatan untuk mendesak pembubaran pesantren."Kami takut massa lost control, jadi kita berjaga-jaga saja," ujarnya.
Terkait pengamanan, Evi mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Bagian Operasi (KBO) Reskrim Polres Bogor.
"KBO akan meneruskan ke atasan permintaan kami selaku pengayom masyarakat," jelas Evi.
Menurut Evi, Yayasan Urwatul 'Wutsqa yang membawahi Pesantren Ibnu Mas'ud tidak bisa begitu saja dibubarkan karena alasan mengganggu ketertiban umum.
"Kalau tindakan Yusuf dianggap terorisme, maka yang dibakar itu jauh dari lambang negara. Karena sebenarnya yang dibakar hanya umbul-umbul," ujarnya.
Namun Evi mengakui ada murid di pesantren Ibnu Mas'ud yang ayahnya tersangkut kasus terorisme, seperti Hatf anak Brekele.
"Tapi anak Brekele itu hanya dititipkan selama tiga bulan, bukan sekolah. Habis itu diambil lagi oleh orang tuanya," jelas dia.
Begitu juga dengan kakak beradik anak pelaku bom Thamrin. "Ya pak Agus (Ketua Yayasan) menerima karena tidak ada lagi yang mau menampung setelah ayah dua anak tersebut tiada," kata Evi
Sementara itu seorang ajudan Wakapolres Bogor, Ratu, mengungkapkan ada rapat-rapat khusus yang digelar antara Kapolres Bogor dan Bupati.
"Masalah Pesantren Ibnu Mas'ud hampir setiap hari dibahas, termasuk hari ini," kata Ratu kepada tim pengacara di Kapolres Bogor.
Hanya saja, dia tidak bisa menjelaskan lebih jauh isi pertemuan. "Saya tidak memiliki wewenang berbicara," ujarnya dia kepada Anadolu Agency.
Di sisi lain, Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Polisi Ita Puspita Lena belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan.