Maria Hospita
25 Agustus 2017•Update: 26 Agustus 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA, Filipina
Tentara Filipina berhasil mengambil alih kembali Masjid Agung di Kota Marawi, Jumat, dari kelompok teroris pro-Daesh yang telah mendudukinya selama 3 bulan.
Masjid yang terletak di pusat kota tersebut menjadi salah satu kubu pertahanan kelompok Maute dan pejuang Abu Sayyaf ketika tentara perlahan-lahan kembali menguasai kota setelah pecahnya pertempuran pada 23 Mei.
Namun, tidak satu pun dari beberapa tawanan teroris yang ditemukan saat tentara masuk ke masjid pada Kamis, kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla dalam konferensi pers di Manila.
"Kemarin pagi, operasi pembebasan Masjid Agung telah dilancarkan. Sayangnya, kami tidak menemukan satu pun tawanan di sana," katanya sambil menambahkan bahwa pasukan tentara sempat menghadapi perlawanan dari kelompok militan.
Padila menyebut keberhasilan tersebut sebagai perkembangan yang signifikan.
Dalam pertempuran untuk menguasai kembali Marawi, kelompok teroris telah menggunakan masjid-masjid sebagai basis utama dan menempatkan sniper mereka di menara masjid, karena mereka tahu tentara tidak akan menyerang tempat-tempat ibadah.
Pertempuran Marawi terjadi setelah polisi dan tentara bergerak untuk menangkap Isnilon Hapilon, kepala kelompok afiliasi Daesh di Filipina.
Lebih dari 300.000 penduduk telah diungsikan dan 770 orang tewas, termasuk 596 militan, 129 anggota pasukan keamanan, dan 45 warga sipil.