Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Oktober 2019•Update: 08 Oktober 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pemerintah Pakistan pada Minggu malam menghentikan ratusan warga Kashmir yang tergabung dalam kelompok pro-kemerdekaan mendekati Garis Kontrol (LoC), perbatasan de facto yang membagi Kashmir yang disengketakan antara Pakistan dan India.
Para pengunjuk rasa berkumpul pada Jumat di Muzaffarabad, Ibu Kota Azad Jammu dan Kashmir yang dikelola Pakistan, dan pada Minggu Pawai Pembebasan telah mencapai daerah Jiskool, yang terletak sekitar 13 kilometer dari Garis Kontrol.
Otoritas setempat memblokir jalan raya Muzaffarabad-Srinagar dengan menempatkan kontainer dan kawat berduri sehingga menghentikan para demonstran untuk maju.
Pawai itu diorganisir oleh Front Pembebasan Kashmir (JKLF), sebuah kelompok yang dipimpin oleh tokoh pro-kemerdekaan Yasin Malik yang dipenjara.
"Pemerintah telah memblokir jalan dan tidak mengizinkan kami menuju LoC," kata Rafiq Dar, juru bicara JKLF, kepada Anadolu Agency melalui telepon
Menurut media setempat, pemerintah mengatakan kepada demonstran bahwa mereka tidak akan dibiarkan pergi lebih jauh karena pasukan India bisa menyerang mereka.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pada Sabtu memperingatkan soal upaya emosional warga untuk melintasi Garis Kontrol, karena setiap upaya seperti itu dapat melukai perjuangan Kashmir.
Bulan lalu, hubungan yang sudah dingin antara Pakistan dan India mencapai titik terendah setelah India membatalkan ketentuan khusus yang memberikan negara bagian Jammu dan Kashmir hak semi-otonomi.
Jammu dan Kashmir mengalami blokade komunikasi sejak 5 Agustus, ketika pemerintah India menghapus Pasal 370 Konstitusi India, yang memberikan kawasan itu status khusus.
Sejak saat itu, ratusan orang, sebagian besar pemimpin politik, ditangkap dan ditahan oleh pihak berwenang.
India mengklaim bahwa 93 persen dari pembatasan telah dilonggarkan di wilayah yang dilanda konflik, sebuah klaim yang tidak dapat diverifikasi secara independen oleh Anadolu Agency.
Jammu dan Kashmir itu dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh.
Sejak berpisah pada 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali - pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya memperebutkan Kashmir.