Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Anggota dewan Pakistan siap memilih presiden baru negara ini yang akan menjabat selama lima tahun pada Selasa.
Masa jabatan Presiden Mamnoon Husssain akan berakhir pada 9 September.
Menurut otoritas pemilihan umum, pemungutan suara akan diadakan di majelis tinggi dan rendah parlemen, juga keempat majelis provinsi sejak pukul 10.00 waktu setempat (0500GMT) sampai pukul 16.00 waktu setempat (1100GMT).
Di Pakistan, presiden adalah simbol federasi dan kepala negara, yang juga merupakan panglima angkatan bersenjata, namun hanya bisa melakukan kekuasaannya atas rekomendasi dari perdana menteri.
Presiden akan dipilih melalui voting di dalam kotak suara rahasia oleh dewan pemilu. Dewan pemilu ini terdiri dari Senat, Majelis Nasional dan empat majelis provinsi.
Tiga orang kandidat bersaing untuk duduk di kursi kepresidenan, mereka adalah nominasi dari partai berkuasa Pakistan Tereek-e-Insaf dan sekutu-sekutunya Dr. Arif Alvi, kandidat dari Partai Rakyat Pakistan Aitzaz Ahsan, dan kandidat dari koalisi oposisi Maulana Fazlur Rehman, yang merupakan Ketua Partai Muttahida Majlas-e-Amal.
Partai berkuasa yakin kandidatnya akan dengan mudah memenangkan pemilihan presiden ini karena partai-partai oposisi terbelah.
"Kandidat PTI Dr. Arif Alvi pasti akan menang telak dengan suara 30-35," kata Senator Faisal Javed, ketua umum PTI, kepada kantor berita negara tersebut.
news_share_descriptionsubscription_contact
