Erric Permana
26 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengaku akan membahas nasib pembuatan Pesawat Tempur KFX /IFX yang tertunda dengan Presiden RI Joko Widodo.
Pesawat Tempur KFX / IFX merupakan proyek kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan sejak 2015 lalu.
"Nanti akan [saya] paparkan kepada Presiden mungkin minggu depan," ujar Menteri Pertahanan di kantornya pada Kamis.
Dia pun memastikan dengan dilanjutkannya proyek pembuatan pesawat tempur generasi 4.5 tersebut bisa menguntungkan karena bisa membuat pesawat tempur canggih.
"Itu kan generasi hampir sama dengan kemampuan dengan sukhoi dan F35," tambah dia.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengakui adanya penundaan kerja sama pembuatan pesawat jet tempur generasi 4.5 KFX/IFX dengan Korea Selatan.
Sekjen Kementerian Pertahanan Hadiyan Sumintaatmadja mengatakan penundaan tersebut dilakukan lantaran ada permasalahan yang harus diselesaikan dengan pihak Korsel.
"Kelihatannya masih ada penundaan, mungkin sebentar lagi, tapi mudah-mudahan jalan," ujar Hadiyan di Jakarta, tanpa menjelaskan penyebab terhambatnya pembuatan bersama pesawat jet tempur itu.
Meski, Hadiyan membantah adanya permasalahan anggaran ataupun tekanan dari negara lain. Dia pun memastikan pembuatan jet tempur itu dipastikan akan tetap berjalan.
"[Hanya] ada kelambatan proses," tambah dia.
Pesawat Tempur KF-X dan IF-X merupakan pesawat tempur generasi 4.5 mengungguli pesawat tempur jenis F-16 dan F-18 buatan Amerika Serikat.
Dalam pembuatannya, Pemerintah Indonesia melibatkan PT Dirgantara Indonesia.
Pembiayaan proyek ini menggunakan skema 80 persen dari Pemerintah Korea Selatan dan 20 persen dari Pemerintah Indonesia.
Direncanakan, proyek pengembangan tersebut berjalan hingga 2026 mendatang. Anggaran yang dikeluarkan Indonesia sampai 2016 lalu untuk proyek tersebut menelan Rp21,6 triliun