İsmail Şen
09 Oktober 2017•Update: 10 Oktober 2017
Ismail Sen
ELAZIG
Untuk membantu suaminya yang bekerja musiman, Zuhal Polat (35), ibu dari dua anak yang tinggal di Pusat kota Elazig, setahun lalu membuka sebuah toko ikan dengan pinjaman uang dari kerabatnya.
Polat adalah satu-satunya wanita di antara 35 pria penjual ikan di Pusat Kota Elazig. Dia menjalankan sendiri bisnisnya dari pagi hingga sore setiap hari.
Kepada korespon Anadolu Agency Polat menceritakan, keluarganya yang tinggal di rumah kontrakan dan memiliki dua anak sering kali mengalami masalah keuangan karena suaminya yang pekerja musiman tidak memiliki pendapatan selama musim dingin.
Polat besar di kota Keban yang terkenal dengan perikanannya. Dia lulus dari Jurusan Rumah Kaca dan Tanaman Hias Universitas Firat, namun setelah lulus Polat belum mendapatkan pekerjaan.
“Kota Keban terkenal dengan ikannya, saya pikir perikanan akan lebih baik, maka itu saya memulai pekerjaan ini,” kata Polat.
Perempuan lebih teliti
Polat mengatakan tidak ada perempuan penjual ikan selainnya di kota Elazig.
“Masyarakat Elazig belum pernah melihat perempuan penjual ikan, mereka tidak terbiasa tapi akan terbiasa. Perempuan harus ada dalam setiap lingkungan. Ketika saya pergi ke kantor pemerintah daerah, mereka terkejut dan mengatakan saya akan menjadi penjual ikan pertama di sini," kisahnya.
Polat bertutur, banyak orang bereaksi berbeda setelah mendengar pekerjaannya. Polat sendiri tak ambil pusing. Dia justru berharap ada lebih banyak perempuan di sektor ini karena dia berpendapat perempuan akan lebih teliti dalam menghadapi pelanggan.
"Sama seperti mereka teliti saat di rumah untuk anak-anaknya. Selain itu, anak-anak kita harus makan ikan. Ikan harus ada dalam hidup kita,” kata dia.