Erric Permana
19 September 2017•Update: 20 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia optimis akan terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) periode 2019 -2020 mendatang.
Menurut Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir, selama ini Indonesia telah membuktikan ikut menciptakan perdamaian dan keamanan dunia, salah satunya Indonesia sebagai negara ke-8 terbesar dunia yang mengirim pasukan perdamaian.
“Kita punya komitmen menciptakan perdamaian dunia,” ujar Fachir pada Selasa kepada Anadolu Agency di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Saat ini Indonesia tengah menggalang dukungan berbagai negara pada Sidang Umum PBB di New York untuk memilih Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada Juni 2018 mendatang.
“Lebih dari setengah anggota PBB sepakat mendukung Indonesia,” klaim Fachir.
Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang saat ini juga berada dalam Sidang Umum PBB di New York mengatakan jika terpilih menjadi DK PBB, Indonesia bisa ikut menentukan kebijakan dunia.
“Indonesia harus menciptakan perdamaian dunia, dan ini tugas konstitusi. Kedua, memang ini porsi Asia-Pasifik,” ujar Kalla pada Senin.
Kalla yakin bisa mengalahkan Maladewa yang menjadi saingan Indonesia memperebutkan kursi anggota tidak tetap DK PBB.
“Kita memiliki penduduk 260 juta, Maladewa hanya 100 ribu,”pungkasnya.
Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB pertama kali pada 1973–1974, kemudian terpilih kembali pada periode 1995–1996, dan 2007–2008.