Maria Elisa Hospita
31 Agustus 2018•Update: 01 September 2018
Sibel Ugurlu
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki akan segera menerima sistem pertahanan udara S-400 sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani dengan Rusia.
Dalam upacara kelulusan pejabat non-komisioner di barat laut provinsi Balikesir, Erdogan mengatakan Turki "akan segera mendapatkan" sistem S-400 Rusia.
Menurut dia, Turki mengejar kepentingannya dan berjuang untuk mencapai tujuannya sendiri "di hadapan orang-orang yang mencoba membentuk Turki sesuai dengan agenda mereka sendiri". "Kami tidak menyesali keputusan kami," tandas Erdogan.
Desember lalu, Turki mengumumkan telah menyelesaikan perjanjian dengan Rusia untuk pembelian dua sistem S-400 pada awal 2020.
April ini, kedua pihak menyetujui pengiriman sistem lebih awal.
S-400 adalah sistem rudal anti pesawat jarak jauh Rusia paling mutakhir, yang dapat memuat tiga jenis rudal yang mampu menghancurkan target, termasuk rudal balistik dan jelajah.
Pada Juni, Senat AS menyetujui undang-undang yang melarang penjualan jet tempur F-35 ke Turki karena pembelian S-400 dari Rusia serta penahanan seorang pastor Amerika di Turki.
Mengenai penahanan pastor Andrew Craig Brunson, Erdogan mengatakan bahwa militer dan ekonomi Turki kini menjadi target karena kasus tersebut.
Hubungan Turki dan AS saat ini memanas karena sanksi yang dikenakan AS ke Turki, sebab Turki tidak bersedia membebaskan Brunson, yang ditahan dengan tuduhan terlibat aktivitas terorisme di Turki.
Brunson dituduh berperan sebagai mata-mata PKK - yang dimasukkan dalam daftar kelompok teroris oleh AS dan Turki - dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik percobaan kudeta di Turki Juli 2016.