Rıskı Ramadhan
21 Februari 2018•Update: 21 Februari 2018
Muhammet Emin Avundukluoglu
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengatakan bahwa tentara Turki akan mengepung pusat kota Afrin di Suriah beberapa hari mendatang.
Berbicara pada rapat fraksi Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK), Erdogan mengatakan bahwa Turki memasuki wilayah Afrin di Suriah "untuk menjadikan kawasan tersebut dapat ditinggali dan aman".
Presiden mengatakan, keamanan “abadi” kawasan tersebut sangat penting bagi Turki.
"Pusat kota Afrin akan dikepung dalam beberapa hari mendatang," kata Erdogan.
"Dengan demikian, bantuan dari luar yang datang ke kota dan kawasan tersebut dapat terputus," Erdogan menambahkan.
Erdogan menekankan bahwa Turki akan memperjelas garis merahnya kepada semua orang.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
-‘Operasi Afrin adalah pilihan terakhir’
Erdogan mengatakan Turki meluncurkan operasi militer tersebut sebagai upaya terakhir dan memiliki alasan kuat.
"Kami telah bertahun-tahun menunggu agar ancaman organisasi teror di Suriah dicegah dicegah dengan dinamika negara tersebut dan kekuatan koalisi internasional," kata dia.
"[Tapi] kami melihat bahwa ancaman tersebut meningkat, tidak menurun, dan malah merugikan kami di wilayah kami sendiri dengan dengan melintasi perbatasan kami. Tidak ada pilihan lain kecuali memulai operasi," kata Erdogan.
Merujuk pada Operasi Perisai Eufrat yang diluncurkan Turki di utara Suriah yang berakhir pada Maret lalu Erdogan mengatakan, "Wilayah yang telah kita bersihkan dari teroris setelah Operasi Perisai Eufrat telah berubah menjadi tempat yang damai dan aman."
Selain itu, serangan teror yang bersumber dari Daesh dalam Turki juga menghilang setelah operasi tersebut.
"Hal yang sama juga akan terjadi di Afrin, Idlib dan Manbij. Itu juga akan terjadi dari Tel Abyad hingga Qamishli di sepanjang perbatasan kita," kata Erdogan.
"Perjuangan kita akan berlanjut di seluruh wilayah tanpa terbatas di kota mana pun hingga tidak ada satu pun teroris yang tersis, untuk masa depan saudara-saudara kita di sana dan untuk keamanan negara kita,” tegas dia.
Operasi Perisai Eufrat dimulai pada Agustus 2016 dan berakhir pada akhir Maret 2017 dengan tujuan memperkuat keamanan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.
Sekitar 2.000 kilometer wilayah telah dibebaskan dari teroris dan berubah menjadi zona aman bagi warga berkat operasi tersebut.