Pizaro Gozali İdrus
14 Agustus 2018•Update: 15 Agustus 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Cendekiawan dan tokoh agama dari 43 negara ikut ambil bagian dalam World Peace Forum ke-7 di Jakarta yang resmi dibuka pada Selasa.
Mereka di antaranya AS, Kanada, Inggris, Prancis, Italia, Jepang, Tiongkok, Mesir, Turki, Belgia, Malaysia, Indonesia, dan lain sebagainya.
Ketua Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin mengatakan forum ini dilaksanakan sebagai wadah para agamawan, cendekiawan, dan penentu kebijakan mencari solusi atas krisis peradaban global.
“Kita di sini bersama-sama berkolaborasi untuk mencari solusi berdasarkan harmoni dan kesetaraan,” kata Din dalam pidato pembukaannya.
Din mengatakan dunia saat ini berada dalam ketidakpastian karena konflik dan perang yang melanda dunia saat ini.
Karena itu, kata Din, masyarakat dunia perlu menjaga keseimbangan global dengan cara mengambil jalan tengah atau dalam Islam disebut Washatiyyah.
Menurut Din, di tengah ekstremisme dan liberalisme global yang berlangsung, dunia perlu mengambil jalan yang moderat.
“Jika Asian Games memakai slogan Energy of Asia, maka kita menjadikan forum ini sebagai Energy of World,” jelas Din.
World Peace Forum akan dibagi menjadi beberapa sesi dengan pembahasan berbeda-beda di antaranya jalan tengah untuk peradaban baru dunia, jalan tengah dalam perspektif agama, jalan tengah dalam perspektif ideologi nasional, jalan tengah dalam implementasi ekonomi, jalan tengah dalam implementasi politik, jalan tengah dalam implementasi budaya.
Pada ujung pertemuan, forum akan melahirkan Jakarta Message sebagai rekomendasi atas krisis global yang berlangsung.
Sejumlah pejabat dalam negeri hadiri dalam acara ini antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam, Alwi Shihab, Duta Besar Palestina Zuhair Al Shuun, Ketua MUI Bidang Luar Negeri Muhyiddin Junaidi dan lain sebagainya.