31 Agustus 2017•Update: 31 Agustus 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Hujan lebat dan banjir bandang akibat Badai Harvey diperkirakan telah merusak sebanyak 40.000 rumah di wilayah Houston, kata hakim county, Rabu.
“Dengan bekerja sama dengan pemerintah federal dan pemerintah negara bagian, Kami akan membantu orang-orang mendapatkan kehidupan normal mereka kembali sesegera mungkin,” kata Hakim Harris County, Ed Emmett, dalam program bincang pagi Good Morning America.
“Masih ada orang-orang yang tinggal di lantai dua rumah mereka dan menunggu hingga air surut,” kata Emmet, yang juga menjabat sebagai Direktur Kantor County Keamanan Dalam Negeri dan Manajemen Darurat.
Badai tropis Harvey mendarat di barat daya Louisiana sekitar pukul 4 pagi waktu setempat (0900GMT) setelah mendatangkan banjir di Houston, Texas, dan daerah sekitarnya.
Houston dilanda hujan deras selama lima hari berturut-turut hingga bendungan tidak mampu lagi menampung air. Akibatnya, beberapa wilayah digenangi air untuk mencegah bendungan jebol.
Gubernur Texas Greg Abott memperkirakan 24.000 pasukan Garda Nasional akan dikirimkan sebagai pasukan tambahan dari jumlah saat ini, yakni 14.000 pasukan. Secara keseluruhan, 33 negara bagian termasuk dalam deklarasi bencana federal.
Bencana ini telah menewaskan setidaknya 19 korban jiwa, termasuk seorang petugas penegak hukum, dan lebih dari 8.500 warga Houston diungsikan.
Acevedo mendesak warga untuk tidak kembali ke rumah untuk sementara waktu, karena ada jaringan kabel listrik yang dikhawatirkan dapat menjadi ancaman.
“Kami tidak ingin ada tragedi lagi,” katanya.