Muhammad Latief
24 Februari 2018•Update: 25 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang, Sumatera Selatan, terancam gangguan kabut asap, kata seorang pejabat senior Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Asian Games berlangsung saat puncak musim kemarau, sehingga meningkatkan potensi kabut asap.
Menurut Sutopo, tempat penyelenggaraan Asian Games di Palembang dikelilingi 146 desa yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Jika di antara 146 desa itu terjadi kebakaran, asapnya bisa menutupi venue,” ujar Sutopo di Jakarta, Jumat.
Asian Games 2018 digelar di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang. Khusus di Palembang, cabang yang akan dipertandingkan adalah Sepak bola, basket, tenis/soft tenis, voli, kano/kayak, dayung, menembak, triathlon, takraw, panjat tebing, boling dan sepatu roda.
Menurut Sutopo, pihaknya menyiapkan helikopter water boombing, dan program hujan buatan untuk mengantisipasi persoalan ini. Selain itu, juga menyiapkan perangkat hukum untuk menindak para pelaku pembakar hutan.
“99 persen kebakaran hutan itu disengaja, karena itu upaya hukum dikedepankan,” ujar dia.
Menurut Sutopo, potensi kebakaran hutan tahun ini meningkat karena ada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 171 daerah.
Pada 2015, kata Sutopo saat itu terjadi kebakaran hebat bersamaan dengan Pilkada pada 150 daerah.
“Ini karena Plt (pelaksana tugas) gubernur, bupati atau wali kota tidak cepat melakukan langkah penanggulangan,” ujar dia.
Karena itu, menurut Sutopo, pihaknya berkordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar para pelaksana tugas bisa mengambil keputusan dengan cepat.