Muhammad Abdullah Azzam
27 Oktober 2018•Update: 28 Oktober 2018
Gamze Turkoglu Oguz
SRINAGAR
Delapan pemberontak dan dua tentara India tewas dalam bentrokan yang terjadi dua hari terakhir di Jammu Kashmir, India.
Pihak berwenang melaporkan bahwa enam pemberontak tewas dan seorang tentara India terluka pada Kamis dalam bentrokan di dua daerah di Jammu Kashmir. Sementara seorang tentara tewas dan satu lainnya menderita luka-luka dalam serangan ke pangkalan militer di daerah Tral.
Dua pemberontak dan seorang tentara tewas dalam baku tembak yang terjadi pada Jumat di sebuah desa di wilayah Sopore yang telah dikepung oleh militer India.
Warga setempat menggelar aksi protes terhadap pemerintah India usai peristiwa-peristiwa bentrokan tersebut.
Selain itu, pasukan keamanan India juga melepaskan tembakan peringatan ke udara dan menggunakan gas air mata ke arah para demonstran yang melakukan aksi lempar batu kepada tentara. Setidaknya 10 demonstran mengalami luka-luka.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki China.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.