İqbal Musyaffa
07 Mei 2018•Update: 08 Mei 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2018 sebesar 5,06 persen (year on year) dan merupakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama yang terbaik sejak 2015.
Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengungkapkan pada triwulan pertama 2015 pertumbuhan ekonomi hanya 4,83 persen. Kemudian pada triwulan I-2016, pertumbuhan ekonomi membaik 4,94 persen. Pada periode yang sama tahun 2017, pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,01 persen.
“Kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi pada tahun ini menjanjikan,” ungkap Suhariyanto.
Dia berharap, pada triwulan selanjutnya pertumbuhan ekonomi bisa semain membaik dengan adanya berbagai momen yang dapat memicu pertumbuhan seperti lebaran dan Asian Games.
Selanjutnya, Suhariyanto menjelaskan, perekonomian Indonesia bila dilihat berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2018 mencapai Rp3.505,3 triliun.
Pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini didorong oleh seluruh lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan positif. Sumber pertumbuhan PDB triwulan I-2018 tertinggi, menurut Suhariyanto, adalah industri pengolahan dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,97 persen.
Pertumbuhan industri pengolahan secara year to year pada triwulan I tahun ini mencapai 4,5 persen lebih baik dari periode yang sama tahun lalu dengan pertumbuhan 4,28 persen.
Lapangan usaha lain yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar, sebut Suhariyanto, adalah konstruksi dengan porsi 0,72 persen, perdagangan 0,66 persen, informasi dan komunikasi sebesar 0,44 persen, dan sektor lainnya sebesar 2,27 persen.
Meskipun pertumbuhan ekonomi secara year on year membaik, menurut dia, namun bila dilihat secara quarter to quarter justru mengalami penurunan sebanyak 0,42 persen akibat kontraksi pada beberapa lapangan usaha dan komponen pengeluaran.