Ekonomi

Perencana keuangan ingatkan untuk bijak gunakan THR

THR sebaiknya tidak langsung habis untuk memenuhi kebutuhan hari raya Lebaran

Adelline Tri Putri Marcelline   | 21.04.2021
Perencana keuangan ingatkan untuk bijak gunakan THR Pengunjung memilih pakaian di Pasar Bogor, menjelang hari raya Idulfitri yang dibayangi pandemi virus korona (Covid-19) pada 19 Mei 2020 di Bogor, Jawa Barat. ( Surya Fachrizal Aprianus - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Perencana keuangan mengingatkan masyarakat untuk menggunakan Tunjangan Hari Raya (THR) dengan bijak.

Perencana keuangan, Mike Rini Sutikno mengingatkan THR sebaiknya tidak langsung habis untuk memenuhi kebutuhan hari raya Lebaran.

“Perlu lihat apa saja kebutuhan penting kita sebelum menggunakan THR,” kata Mike dalam acara Cerdas Dalam Kelola Tunjangan Hari Raya, Rabu.

Mike mengatakan masyarakat perlu membedakan antara prioritas kebutuhan hidup sehari-hari dengan pengeluaran istimewa di hari raya.

Mike juga menjelaskan, saat menerima THR masyarakat harus evaluasi skala prioritas keuangan.

Sehingga dari dana THR tersebut bisa sedikit dialokasikan untuk memenuhi prioritas keuangan yang belum terpenuhi.

Prioritas keuangan yang wajib dimiliki setiap keluarga menurut dia, di antaranya yaitu menabung dana darurat.

Setiap keluarga, lanjut dia, wajib memiliki dana darurat apalagi saat pandemi Covid-19.

“Darurat itu bukanya lagi ada diskon terus dana darurat keluar namun seperti saat diPHK, keluarga sakit, mobil kecelakaan, rumah harus diperbaiki,” imbuh dia.

Mike menjelaskan, idealnya jumlah dana darurat saat pandemi berjumlah enam kali dari jumlah kebutuhan keluarga setiap bulannya.

Prioritas keuangan lainnya, menurut dia yakni pelunasan hutang macet. Dia memperbolehkan untuk mengambil uang dalam jumlah tertentu dari THR untuk mengurangi beban hutang.

Terakhir prioritas keuangan kata Mike adalah investasi jangka panjang. Hal ini penting kata dia sehingga THR tidak habis secara sia-sia.

Sementara itu, Direktur Pengupahan, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Dinar Titus Jogaswitani mengatakan, THR wajib dibayar penuh selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Lebaran.

“Jika terlambat akan kena denda,” tegas Dinar.

Kata dia, denda tersebut sebesar 5 persen dari jumlah THR yang akan dibayarkan.

Selain itu pekerja dengan status karyawan tetap yang terkena PHK sebelum H-30 lebaran juga wajib mendapat THR penuh, jelas Dinar.

Menurut dia, Pemerintah berharap THR bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bulan Mei tahun depan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan membayarkan THR untuk pegawai negeri atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri pada 10 hari sebelum Lebaran.

​​​​​​​"Ini juga difinalisasi oleh Ibu Menkeu," jelas dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın