İqbal Musyaffa
22 Maret 2018•Update: 23 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah dalam waktu dekat akan membeli daging sapi asal Brazil.
Kementerian Perdagangan telah meminta Kementerian Pertanian dapat meninjau daging sapi asal Negeri Samba tersebut dalam waktu dekat.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan seusai acara sosialisasi impor kepada pengusaha di Jakarta, Kamis, mengatakan, peninjauan diperlukan untuk memastikan daging sapi yang akan diimpor terbebas dari penyakit kuku dan mulut.
“Peninjauan harus segera dilakukan agar daging sapi asal Brazil bisa tiba sebelum hari raya Idul Fitri 2018,” jelas Oke.
Oke menargetkan daging sapi impor dapat dikirim ke Indonesia pada April mendatang.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian memproyeksikan kebutuhan daging sapi jelang hari raya Idul Fitri antara bulan Mei dan Juni sekitar 119 ribu ton. 76 ribu ton diantaranya akan dipasok dari dalam negeri dan sisanya impor.
Meski begitu, Oke masih belum bisa memastikan jumlah kuota impor daging sapi asal Brazil karena masih menunggu kepastian dari pihak Kementerian Pertanian.
Selanjutnya, menurut Oke kebutuhan daging sapi per tahun sebesar 660 ribu ton dengan rata-rata kebutuhan per bulan sebanyak 55 ribu ton. Namun, pasokan daging sapi nasional hanya bisa memenuhi kebutuhan sebanyak 35 sampai 40 persen saja.
Dia juga memperkirakan terdapat kekurangan 233 ribu ton daging sapi dalam satu tahun. “Nanti itu akan diatur dari mana masuknya daging sapi, siapa yang mengimpor, dan bagaimana impornya secara bertahap," imbuh Oke.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah sedang menjajaki peluang impor daging sapi dari Brazil dan Australia sehingga asal daging impor bisa beragam.
Diversifikasi negara asal daging impor menurut Menteri Darmin agar bisa mendapat pasokan daging yang lebih murah. Pemerintah menargetkan harga daging sapi bisa turun di bawan harga Rp100 ribu per kilogram sebelum ibadah puasa bulan Ramadan.