Iqbal Musyaffa
30 Maret 2020•Update: 31 Maret 2020
JAKARTA
Pemerintah sedang memilah-milih proyek-proyek BUMN yang masih bisa berjalan dan yang harus ditunda untuk sementara waktu.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan para direksi BUMN sudah mengkaji arus keuangan perusahaan di tengah kondisi saat ini dengan adanya penyebaran virus korona, untuk menentukan proyek mana yang harus didahului dan yang harus ditunda.
“Ini penting agar kita tidak telat lagi, saat negara lain recovered, kita masih terjebak virus korona,” ujar Menter Erick dalam telekonferensi di Jakarta, Senin.
Menteri Erick menambahkan pada saat virus korona sudah berhasil diatasi nanti, maka Indonesia bisa langsung kembali pada jalur penciptaan lapangan pekerjaan dan pembangunan infrastruktur.
“Banyak proyek strategis yang harus dilakukan seperti proyek 35 ribu MW listrik sehingga jangan sampai nanti saat kita butuh tambahan pasokan listrik dengan adanya mobil listrik, terhambat lagi,” lanjut dia.
Selain itu, Menteri Erick juga mengatakan proyek lain yang harus berjalan seperti pembangunan infrastruktur migas oleh Pertamina di saat harga minyak dunia saat ini sedang turun.
Kemudian, dia mengatakan proyek yang mungkin terhambat adalah pembangunan kereta cepat karena China sebagai mitra proyek juga baru pulih dari virus korona sehingga tenaga kerja asal China masih terhambat belum bisa masuk kembali ke Indonesia.
“Jangan ditunda apa yang tidak perlu ditunda. Kita sudah ajukan kepada Menteri Keuangan, dan setelah ada approval, sata akan presentasikan proyek mana yang jalan dan yang harus ditunda,” imbuh Erick.
Dia menegaskan tidak akan melakukan apapun tanpa koordinasi dengan kementerian lain, khususnya kementerian keuangan terkait proyek-proyek BUMN.