Turki, Ekonomi

Operator GSM Turki teken kerja sama teknologi 5G dengan perusahaan AS

Turk Telekom bertujuan untuk menyebarkan produk Juniper Networks pada akhir 2021, mendukung penyebaran 5G, kata pernyataan itu

Muhammad Abdullah Azzam   | 14.01.2021
Operator GSM Turki teken kerja sama teknologi 5G dengan perusahaan AS CEO Turk Telekom Umit Onal. (Türk Telekom - Anadolu Ajansı )

Ankara

Aysu Bicer

ANKARA

Perusahaan telekomunikasi Turki, Turk Telekom, dan perusahaan Teknologi Informasi Amerika Serikat (AS) Juniper Networks pada Rabu menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi 5G.

Teknologi Radio Intelligent Controller (RIC) yang dipatenkan dari Netsia, anak perusahaan dari Turk Telekom Group Argela di AS, akan diintegrasikan ke dalam portofolio produk Juniper, menurut sebuah pernyataan.

Kerja sama tersebut akan memperkuat ekosistem 5G dan ekosistem Open RAN (Open Radio Access Network) terkait dengan menerapkan infrastruktur radio 5G terbuka dan cerdas ke semua operator, terutama Turk Telekom.

Turk Telekom ingin menerapkan produk dan solusi Juniper ke dalam ekosistemnya pada akhir 2021 untuk mendukung semua penerapan Open RAN dan jaringan 5G generasi baru.

Untuk mempercepat integrasi teknologi RIC ke dalam portofolio produk Juniper, staf teknis ahli dari Netsia juga akan dikerahkan secara permanen ke tim Juniper.

"Dengan kerja sama komprehensif kami, kami telah mengambil langkah konkret lainnya yang menunjukkan tekad kami untuk mengekspor teknologi ke dunia," kata CEO Turk Telekom Umit Onal pada upacara penandatanganan kesepakatan itu.

Onal menggarisbawahi perusahaannya telah lama bekerja pada teknologi RIC mutakhir yang akan memainkan peran aktif dalam menetapkan standar 5G global.

Dia menjelaskan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan oleh Netsia akan menyediakan jaringan dan layanan berkapasitas tinggi, dapat diprediksikan, fleksibel, dan dipersonalisasi untuk solusi komunikasi seluler.

RIC adalah komponen penting dari teknologi Open RAN, yang memungkinkan pengelolaan cerdas jaringan seluler - fitur 5G yang membagikan koneksi tunggal menjadi koneksi virtual terpisah yang secara fleksibel menyediakan jumlah sumber daya yang berbeda kepada pengguna.

"Kami telah mencapai sinergi yang kuat dengan kombinasi teknologi Netsia dan kapasitas produksi dengan jaringan pelanggan dan jangkauan geografis Juniper," tutur Onal.

"Juniper dan Netsia sudah mencari cara untuk memperluas kolaborasi ini ke bidang broadband berkemampuan SDN," imbuh dia.

Rami Rahim, CEO Juniper Networks, mengatakan bahwa pihaknya turut memastikan pengalaman layanan yang tepat dari mereka adalah kunci untuk keberlangsungan aplikasi 5G berikutnya.

"Kolaborasi dinamis kami dengan Turk Telekom dan Netsia didasarkan pada prinsip bersama dari pendekatan terbuka untuk pengembangan teknologi, kepentingan mendasar dari disagregasi dan kemampuan program,” sebut Rahim.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.