İqbal Musyaffa
30 Oktober 2019•Update: 30 Oktober 2019
Jakarta
Indonesia mengekspor satu unit pesawat terbang CN235-220 buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) ke Nepal untuk keperluan transportasi militer negara tersebut.
Pembelian tersebut berdasarkan pesanan dari Angkatan Darat Nepal yang merupakan realisasi pengiriman atas kontrak yang telah ditandatangani pada tanggal 16 Juni 2017 antara PT DI dengan Angkatan Darat Nepal.
Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Sinthya Roesly mengatakan lembaga tersebut sepenuhnya memberikan pembiayaan produksi pesawat CN235-220 Military Transport untuk Nepalese Army dengan menggunakan skema National Interest Account (NIA) atau Penugasan Khusus Ekspor (PKE).
Menurut Sinthya, pemberian fasilitas NIA kepada PT DI ini merupakan realisasi dari Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 512 tahun 2018 tentang Penugasan Khusus Kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Untuk Menyediakan Pembiayaan Ekspor Pesawat Udara.
Sinthya mengatakan keberhasilan PT DI dalam memenuhi pesanan Nepal dapat meningkatkan minat bagi negara lain terhadap produk pesawat terbang buatan Indonesia.
Sementara itu, Senior Executive Vice President I LPEI Yadi J. Ruchandi menambahkan ekspor pesawat udara ke Nepal memiliki nilai strategis bagi PT DI karena kepuasan pelanggan luar negeri menjadi salah satu syarat utama dalam evaluasi pada tender-tender internasional.
Sebagai salah satu perangkat fiskal pemerintah, LPEI sesuai dengan mandatnya akan terus melakukan pembukaan pasar-pasar potensial agar pelaku ekspor Indonesia dapat melakukan penetrasi pasar ke negara non-tradisional dan meningkatkan kapabilitas eksportir untuk berkompetisi di pasar global.
Proyek produksi satu unit pesawat terbang CN235-220 Military Transport ini mampu menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja dan melibatkan industri penunjang terutama Usaha Kecil Menengah (UKM) di dalam negeri yang ikut memasok kebutuhan untuk pembangunan pesawat terbang tersebut.
Manfaat lainnya, berupa peningkatan nilai ekspor serta daya saing produk khususnya produk pesawat udara di pasar internasional, sehingga kedepannya diharapkan dapat menjadi salah satu flag carrier Indonesia untuk penetrasi pasar ke kawasan Asia Selatan, serta meningkatkan nilai perdagangan bilateral Indonesia.