İqbal Musyaffa
15 November 2018•Update: 15 November 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia dan Cile sepakat meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan kelautan.
Kesepakatan tersebut terjadi pada saat pertemuan bilateral di sela-sela KTT ASEAN di Singapura, Rabu.
Presiden Joko Widodo menyebut Cile merupakan mitra dagang terbesar ketiga Indonesia di kawasan Amerika Selatan.
“Tahun lalu perdagangan kita naik 22 persen dan mencapai USD278 juta. Angka ini masih sangat kecil dibanding potensi yang ada pada dua negara,” ucap Jokowi, sapaan akrab Presiden.
Oleh karena itu, lanjut Presiden Jokowi, dengan adanya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia-Chile, maka perdagangan akan dapat ditingkatkan secara signifikan.
“Saat ini, kami sudah memasuki tahap akhir ratifikasi IC CEPA untuk Trade in Goods. Saya berharap ini dapat berlaku efektif secepatnya awal tahun depan,” ucap Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia siap untuk melanjutkan perundingan Trade in Services dan bab mengenai investasi dari Indonesia-Cile CEPA.
Isu lainnya yang dibahas kedua negara adalah mengenai kerja sama kemaritiman Ocean-related issues mengingat kedua negara sama-sama aktif dalam Ocean-related issues.
Sebagai gambaran keaktifan kedua negara dalam Ocean-related issues, Chile telah menjadi tuan rumah Our Ocean Conference tahun 2015, sementara Indonesia menjadi tuan rumah OOC bulan Oktober 2018.
OOC 2018 di Bali ungkap Presiden, telah menghasilkan 305 komitmen, berisi komitmen keuangan senilai USD10,7 milyar.
Beberapa kerja sama yang dapat ditingkatkan Indonesia dan Cile, antara lain dalam memerangi marine plastic debris dan pengelolaan laut secara sustainable.
“Indonesia telah memiliki komitmen untuk mengurangi marine-plastic debris sebesar 70 persen pada tahun 2025,” tambah dia.
Presiden mengatakan Indonesia dapat bekerjasama di bidang ini karena mengetahui Cile juga memiliki program penghapusan kantong plastik bagi pebisnis lokal pada tahun 2020.
Oleh karena itu, Presiden mengharapkan MoU kerja sama perikanan dan budidaya yang ditandatangani pada sela-sela OOC 2018 lalu dapat segera diimplementasikan.
Selain itu, kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang penanganan bencana alam.
Di akhir pertemuan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia menyambut baik dan mendukung keketuaan Chile di APEC tahun 2019.
“Utamanya untuk memperdalam integrasi ekonomi regional melalui APEC dan mengatasi ketimpangan digital,” ujar Presiden.