İqbal Musyaffa
06 Maret 2019•Update: 07 Maret 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah menggelar rapat kabinet untuk membahas rancangan kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2020.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan rapat tersebut sesuai dengan siklus persiapan RAPBN 2020.
Dalam rapat tersebut dibahas mengenai pandangan jangka menengah dan panjang terkait pondasi dasar untuk menyusun RAPBN 2020 yang dipresentasikan oleh Menteri Bappenas.
“Karena masih pada siklus yang sangat awal, jadi kita menyampaikan apa tantangan-tantangan pembangunan kita dan apa yang sudah dicapai selama ini,” jelas Menteri Sri seusai rapat kabinet di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, dalam rapat tersebut juga dibahas upaya pemerintah untuk menuju negara middle income upper country dari posisi saat ini sebagai middle income country.
Menteri Sri juga mengungkapkan dalam rapat kabinet juga dibahas tentang pengembangan sumber daya manusia melalui strategi pendidikan, kesehatan, jaring pengamanan sosial, dan pelatihan tenaga kerja.
“Ini dibahas secara lebih detil, namun karena masih pada tahap awal, sifatnya direction, jadi arahnya dulu,” lanjut dia.
Pemerintah juga membahas upaya peningkatan produktivitas, inovasi, dan daya saing.
“Terkait itu, juga dibahas bagaimana upaya untuk bisa meningkatkan peranan dari sektor manufaktur untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih seimbang,” imbuh Menteri Sri.
Dia menambahkan pemerintah juga fokus membahas persoalan neraca pembayaran, defisit keseimbangan eksternal, dan kemampuan untuk ekspor dan investasi.
“Dari sisi itu, kemudian akan ditetapkan bagaimana kebijakan APBN-nya untuk bisa mendukung tema-tema tersebut dan menjawab tantangannya,” ungkap dia.
Selanjutnya, dia mengatakan pemerintah juga membahas tentang demografi Indonesia yang didominasi generasi muda.
Menteri Sri menambahkan pembahasan yang dilakukan hari ini baru berupa penyamaan persepsi dan arahan dari Presiden terkait hal-hal yang harus diperhatikan dalam pondasi ekonomi 2020.
“Kita masih akan mempresentasikan lagi berdasarkan diskusi hari ini. Nanti disampaikan di dalam sidang kabinet lagi, yang kemudian dijadikan bahan untuk kita sampaikan ke DPR pada Mei,” urai dia.