İqbal Musyaffa
25 September 2019•Update: 25 September 2019
JAKARTA
Kementerian Keuangan menjabarkan realisasi defisit anggaran hingga akhir Agustus 2019 mencapai Rp 199,1 triliun atau mencapai 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan defisit ini melebar dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah Rp 150,5 triliun atau 1,02 persen terhadap PDB.
“Ada kenaikan defisit yang cukup besar yaitu 0,22 persen,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, realisasi defisit tersebut berasal dari pendapatan negara hingga akhir bulan lalu yang mencapai Rp1.189,3 triliun, atau 54,9 persen dari target dalam APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun.
Sementara belanja negara hingga akhir Agustus mencapai Rp1.388,3 triliun atau 56,4 persen dari target APBN 2019 yang mencapai Rp2.461,1 triliun.
Menteri Sri Mulyani menjabarkan pendapatan negara hingga Agustus 2019 hanya tumbuh 3,2 persen dibandingkan tahun lalu.
“Pertumbuhan tersebut melambat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang pertumbuhannya mencapai 18,4 persen,” kata Menteri Sri Mulyani.
Bila dirinci, penerimaan pajak dan bea cukai atau perpajakan hingga akhir Agustus 2019 baru mencapai Rp 920,2 triliun atau 51,5 persen dari target APBN 2019 yang sebesar Rp1.786,4 triliun.
Penerimaan perpajakan tumbuh hanya 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan jauh lebih rendah dibandingkan Agustus 2018 yang tumbuh hingga 16,5 persen.
Sementara untuk belanja negara, hingga akhir bulan lalu pertumbuhannya hanya 6,5 persen dibandingkan periode yang sama 2018.
Pertumbuhan ini melambat dibandingkan Agustus 2018 yang mampu tumbuh 8,8 persen.
Bila diuraikan, belanja negara terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) mencapai Rp481,7 triliun atau tumbuh 9 persen dibandingkan Agustus 2018.
Sementara belanja non K/L mencapai Rp376 triliun atau tumbuh 4,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Selanjutnya, transfer ke daerah dan dana desa hingga akhir Agustus mencapai Rp530,6 triliun atau tumbuh 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara rinci, realisasi transfer ke daerah mencapai Rp488,4 triliun atau tumbuh 5 persen dibandingkan tahun lalu dan dana desa mencapai Rp42,2 triliun atau tumbuh 16,4 persen dari periode yang sama tahun lalu.