Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 September 2018•Update: 13 September 2018
Elena Teslova
MOSKWA
Pemimpin China Xi Jinping pada Selasa mendesak tindakan bersama terhadap kebijakan proteksionisme perdagangan yang membatasi impor dari negara lain melalui tarif dan sanksi.
Pada sebuah konferensi pers setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Xi menyatakan niat China untuk mengembangkan kerja sama dengan Rusia dan negara-negara lain di forum-forum multilateral, seperti PBB dan BRICS.
"Kami akan bekerja sama melawan pendekatan sepihak dan proteksionisme perdagangan, dan untuk menciptakan jenis hubungan internasional yang baru," katanya.
Putin mengatakan bahwa memperluas penggunaan mata uang nasional dalam transaksi bilateral akan meningkatkan stabilitas layanan perbankan selama transaksi ekspor dan impor dalam kondisi yang berisiko di pasar global.
Minat dalam menggunakan mata uang nasional ditegaskan kembali saat pertemuan dengan pemimpin China, katanya.
Rubel Rusia mengalami devaluasi signifikan setelah beberapa putaran sanksi AS dan Uni Eropa.