Hayati Nupus
14 September 2020•Update: 16 September 2020
JAKARTA
Bisnis percetakan di Singapura beralih rupa menjadi produsen masker, agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Salah satunya adalah AVS Technologies, distributor peralatan sekaligus penyedia layanan percetakan.
“Kami melatih seluruh karyawan memproduksi masker,” ujar manajer umum AVS Technologies, Kelvin Mun, kutip Channel News Asia.
Seluruh karyawan AVS Technologies berjumlah 30 orang, dengan keahlian masing-masing seperti akuntansi, desain grafis, pemasaran, penjualan, dan administrasi.
Salah satu karyawan itu adalah Cheang Meng Ching, yang selama 10 tahun terakhir bertugas memeriksa tata letak karya seni, spanduk dan banner.
Kini Cheang bertugas mengawasi tiga lini produksi yang membuat 4.000 masker bedah dalam satu jam.
“Ini tantangan, karena sebelumnya saya tidak tahu apa-apa tentang ISO,” kata dia.
Mun menguraikan bahwa mulanya tak mudah beralih rupa dari bisnis percetakan ke produsen masker, namun sekarang kesulitan itu terlewati begitu saja.
Bahkan kini Mun merangkap sebagai customer service, hal yang sebelumnya tak pernah dia lakukan.
“Cara terbaik untuk belajar adalah mendapatkan masukan dari pelanggan,” kata dia.
Gagasan untuk beralih lini bisnis itu datang Februari lalu, ketika virus Covid-19 mulai menyebar ke berbagai negara.
Saat itu masker langka dan berbagai negara mulai menerapkan kontrol ekspor.
Pada saat yang sama, Aztech Group, perusahaan milik ayah Mun di China, menawarkan bantuan akses untuk memperoleh bahan pembuatan masker.
Dua bulan kemudian, perusahaan menerima pengiriman mesin dan bahan mentah untuk masker.
Awal beralih produksi tentu tidak mudah.
Perusahaan harus menghadapi tantangan bahan mentah yang mahal sekaligus desain masker yang tidak selalu sesuai.
Di awal produksi, kadang-kadang mereka harus membuang ribuan masker yang telah diproduksi karena ada bagian yang tidak sesuai.
Namun toh tantangan itu terlewati juga.
Dengan merk WellM, masker bedah mereka kini memperoleh lisensi dari Otoritas Ilmu Kesehatan dan persetujuan Uni Eropa.
“Kami menghabiskan waktu dan tenaga untuk semua tes ini untuk memastikan bahwa orang yang membeli tahu bahwa masker kami aman. Kami tidak membuat produk murah dan mencoba menghasilkan uang dari pandemi ini,” urai Mun.
Setelah sekian bulan berlalu, AVS Technologies telah dapat menjual sekitar 2 juta masker.
Distribusi masker mereka pun telah merambah ke Kanada, Malaysia, Amerika Serikat dan Eropa.