İqbal Musyaffa
14 Oktober 2019•Update: 15 Oktober 2019
JAKARTA
Sebanyak 16 perusahaan asal Konya, Turki, untuk pertama kalinya menggelar pertemuan Business to Business (B2B) dengan pengusaha asal Indonesia di Jakarta.
Atas inisiasi Mustakil Sanayi ve Isadamlari Dernegi (MUSIAD) atau Asosiasi Pengusaha dan Industrialis Independen Turki cabang Konya bersama dengan MUSIAD Indonesia.
Ketua Komisi Hubungan Internasional MUSIAD Konya Omer Karakus mengatakan para pengusaha Turki asal Konya memandang Indonesia bersama Malaysia sebagai sebuah pasar yang penting di Asia.
“Kita memiliki komisi ekspor dan sejak enam bulan lalu kita mulai riset tentang market Indonesia dan Malaysia sebelum kami datang ke sini,” ujar Omer, kepada Anadolu Agency di Jakarta, Senin.
Pertemuan B2B tersebut diselenggarakan di Cikini, Jakarta pada Senin hingga Rabu mendatang.
Omer menjelaskan bahwa Konya merupakan kota industri yang memproduksi permesinan, suku cadang mesin dan otomotif, produk rumah tangga, tekstil dan produk tekstil, serta beberapa industri berbeda lainnya.
Sementara sektor industri yang hadir dalam pertemuan B2B di Indonesia antara lain industri permesinan, otomotif, konstruksi, dan tekstil.
“Saat ini beberapa perusahaan asal Konya sudah memiliki kerja sama kemitraan dengan perusahaan Indonesia,” tambah Omer.
Dia menargetkan dengan adanya pertemuan ini setidaknya bisa menjaring 50 kontak calon mitra bisnis asal Indonesia untuk kemudian bisa dilanjutkan menuju kerja sama bisnis yang saling menguntungkan.
“Indonesia dan Turki memiliki kedekatan secara agama dan budaya, dan kita yakin bahwa kedua negara bersaudara dan dekat satu sama lain meskipun secara wilayah kita berjauhan,” ungkap Omer.
Dia menambahkan para pengusaha Turki ingin menjalin kemitraan bisnis yang lebih erat dengan Indonesia sekaligus mempelajari tentang budaya dan masyarakat Indonesia untuk mempererat hubungan kedua negara.
Terlebih lagi saat ini Indonesia dan Turki sedang dalam proses negosiasi untuk membentuk Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT CEPA).
Menurut Omer, apabila kerangka kerja sama kemitraan ekonomi komprehensif kedua negara tersebut sudah terealisasi, maka kedua negara dapat menyelesaikan hambatan dan permasalahan bisnis khususnya dalam perdagangan untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara.