30 Agustus 2017•Update: 30 Agustus 2017
O’Brian Mwiinga
LUSAKA
Kobaran api yang tidak diketahui sumbernya melalap pasar Masala Main Market, merusak properti seharga jutaan dolar di kota Ndola, provinsi Copperbelt di Zambia
Petugas dewan kota Ndola Wisdom Bwalya mengatakan pada sebuah konferensi pers pada Rabu pagi kebakaran itu mengusir lebih dari 3.500 orang.
Komisioner polisi Copperbelt Charity Katanga juga mengatakan bahwa penyelidikan terhadap sumber api masih berjalan.
"Dengan kejadian baru-baru ini di Zambia, polisi tidak bisa mengabaikan kemungkinan unsur kesengajaan. Namun masih terlalu cepat bagi polisi untuk mengambil kesimpulan," jelas Katanga.
Masala Main Market di Ndola adalah pasar terbesar kedua di Zambia yang habis dirusak api sejak tindakan pembakar muncul pada April lalu.
Menyusul sejumlah kejadian pembakaran yang disengaja, tepatnya setelah pasar terbesar di ibukota Lusaka habis terbakar, Presiden Zambia Edgar Lungu menyatakan keadaan darurat pada awal musim panas.
Zambia pertama mengadakan pemilihan umum terbuka pada 1991 dan sejak itu relatif stabil. Namun, bentrokan antara pendukung oposisi dan pendukung Lungu merusak proses pemilu Agustus tahun lalu.