08 Agustus 2017•Update: 09 Agustus 2017
Andrew Wasike and Magdalene Mukami
NAIROBI , Kenya
Jutaan warga Kenya pada Selasa hadir untuk memberikan suara mereka dalam pemilu 2017 untuk memilih pemerintahan baru yang akan mengabdi 5 tahun ke depan.
Banyak pemilih bahkan tidak tidur dan mulai mengantri sejak tengah malam untuk ikut serta dalam pemilu yang berdampak besar, dengan presiden yang masih menjabat Uhuru Kenyatta, seorang pebisnis dan putra bapak negara Jomo Kenyatta, berhadapan dengan Raila Amollo Odinga yang sudah mencalonkan diri 4 kali namun selalu gagal.
Lebih dari 150.000 anggota polisi telah diturunkan untuk menjaga keamanan panitia pemilu dan juga menjaga keamanan di 41.000 tempat pemberian suara di seluruh negara.
Anadolu Agency mewawancarai sejumlah orang yang mengantri di TPS Moi Avenue Primary School di Nairobi.
“Saya datang jam 1 pagi meskipun TPS baru buka jam 6. Saya cinta negara ini dan karena itulah saya berdiri disini walaupun kedinginan, hanya agar bisa memberikan suara kemudian berangkat kerja. Saya seorang supir jadi walaupun hari ini diliburkan, itu tidak berlaku bagi saya,” kata Dennis Kamau.
Sembari menggendong bayinya dalam selimut, Miriam Njeri mengatakan dia berdoa untuk kedamaian agar negaranya tidak mengalami keributan pasca-pemilu seperti pada 2007, dimana lebih dari 1.300 orang tewas dan lebih dari 630.000 lainnya mengungsi.
“Saya baru kembali setelah memberikan suara dan ingin cepat pulang dan menunggu pengumuman hasil. Kami berdoa. Saya berdoa untuk kedamaian,” katanya.Mereka yang sudah memilih jarinya diberikan tinta untuk membedakan dengan yang belum memilih. Panitia juga menandai jari anak-anak untuk mencegah “saling meminjam anak” dengan tujuan memotong antrian.
Hampir 20 juta warga Kenya ikut serta dalam pemilu terbesar sejak Maret 2013, menurut Komisi Elektoral Independen.
Kenya sedang memilih presiden, anggota senat, gubernur daerah, representatif perempuan daerah, anggota dewan perwakilan daerah dan anggota parlemen di 40.883 TPS di seluruh negara.
Pengumuman hasil diharapkan pada Rabu pagi, walaupun komisi mengatakan adanya kemungkinan penundaan karena sekitar 11.000 TPS tidak memiliki kapabilitas 3G atau 4G.
Dalam pemilu sebelumnya, pemimpin kubu oposisi Raila Odinga menuduh 2 juta suara digunakan untuk melakukan kecurangan.