Sarp Özer
05 Mei 2018•Update: 06 Mei 2018
Sarp Ozer
ANKARA
Berangsur-angsur warga Afrin, Suriah, kembali ke rumah mereka yang telah terbebas dari teroris selama Operasi Ranting Zaitun.
Layanan kesehatan tersedia di wilayah tersebut, dan bantuan makanan terus berlanjut.

Angkatan Bersenjata Turki telah menghancurkan 208 ranjau dan 1.129 bom rakitan.
Tentara Turki telah membersihkan wilayah itu dari ranjau dan bahan peledak, dan memfasilitasi penduduk untuk kembali ke rumah.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert dalam konferensi pers mengklaim warga Afrin "tidak diizinkan kembali ke rumah dan komunitas mereka", namun sumber di lapangan menolak klain tersebut, bahkan mengatakan kepulangan penduduk terus berlanjut ke wilayah yang telah bersih dari ranjau dan peledak rakitan.
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari tahun ini, untuk membersihkan kelompok teroris YPG/PKK dan Daesh dari Afrin, seiring meningkatnya ancaman di wilayah tersebut.
Operasi tersebut digelar di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak membela diri di bawah piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, menurut militer Turki.
Pada 18 Maret, pasukan Turki dan anggota Tentara Pembebasan Suriah membebaskan kota Afrin, pada hari ke-58 operasi.
15.000 buah roti dibagikan setiap hari
Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), Bulan Sabit Merah Turki dan PBB bersama-sama memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Afrin sehingga warga bisa kembali ke kehidupan mereka.
AFAD, Bulan Sabit Merah Turki dan kelompok masyarakat sipil lainnya mendistribusikan bantuan kemanusiaan di 279 lokasi sejak 29 Januari hingga Jumat kemarin.

Penduduk setempat memperoleh makanan dan fasilitas sanitasi. Angkatan Bersenjata Turki di wilayah ini juga mendistribusikan 15.000 buah roti setiap hari.
Rumah Sakit Darurat di Jinderes yang didirikan oleh Angkatan Bersenjata Turki dan Rumah Sakit Afrin yang didirikan oleh Kementerian Kesehatan Turki menyediakan layanan medis rutin kepada penduduk setempat.
Tentara Turki menjamin pemulangan itu akan aman dari ranjau dan bahan peledak. Dengan cara ini, penduduk setempat yang terpaksa mengungsi karena penindasan dan tekanan kelompok teror akan kembali ke rumah mereka.