Muhammad Abdullah Azzam
25 Desember 2020•Update: 26 Desember 2020
Zuhal Demirci, Muhammet Tarhan
ANKARA
Menteri luar negeri Turki pada Kamis mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) dan Turki berusaha untuk menciptakan "suasana positif" di tengah ketegangan baru-baru ini dengan beberapa anggota blok tersebut.
“Dengan beberapa langkah bersama yang diambil baru-baru ini, kami mencoba untuk menciptakan suasana yang lebih positif,” kata Menlu Mevlut Cavusoglu berbicara kepada para anggota Badan Akreditasi Turki atau TURKAK.
Mengingat pembicaraan terbaru oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan kepala Dewan Eropa Charles Michel, Kanselir Jerman Angela Merkel, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dan menteri luar negeri lainnya, Cavusoglu mengatakan, "Kami sedang mengerjakan roadmap untuk masa yang akan datang."
Sementara itu, Menlu Turki juga berpidato pada konferensi video Dewan Hubungan Internasional Turki.
Turki berselisih dengan negara anggota UE, Yunani, karena beberapa masalah.
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania Timur, menolak klaim batas maritim Yunani dan Siprus Yunani dan menekankan bahwa klaim yang berlebihan ini melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Ankara mengirim beberapa kapal bor dalam beberapa bulan terakhir untuk mengeksplorasi sumber daya energi di Mediterania Timur, serta menegaskan haknya sendiri di wilayah tersebut, serta hak milik Republik Turki Siprus Utara.
Para pemimpin Turki telah berulang kali menekankan bahwa Ankara mendukung penyelesaian semua masalah yang luar biasa di kawasan itu melalui hukum internasional, hubungan bertetangga, dialog dan negosiasi yang baik.