01 Oktober 2021•Update: 04 Oktober 2021
KYIV, Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta bantuan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk pembebasan warga Ukraina yang ditahan oleh Rusia, kata menteri luar negeri Ukraina pada Kamis.
Berbicara pada konferensi pers, Menlu Ukraina Dmytro Kuleba mengungkapkan Zelensky dan Erdogan berbincang tatap muka dan tingkat delegasi kedua negara di New York, di mana mereka sama-sama menghadiri rapat Majelis Umum PBB ke-76.
Kuleba mengatakan bahwa selama pertemuan itu, Zelensky menyerahkan kepada Erdogan daftar 450 tahanan Ukraina, termasuk Nariman Dzhelyal, wakil kepala Majelis Nasional Tatar Krimea.
Pasukan Rusia mencaplok Semenanjung Krimea pada Februari 2014, dan Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah itu menjadi dua wilayah federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.
Etnis Tartar Krimea telah menghadapi penganiayaan sejak saat itu, tindakan yang dikecam oleh Turki.
Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat (AS), serta Majelis Umum PBB, memandang pencaplokan di wilayah itu sebagai tindakan ilegal.