Muhammad Abdullah Azzam
13 Agustus 2020•Update: 13 Agustus 2020
Rabia Iclal Turan
ANKARA
Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa pada Jumat akan mengadakan pertemuan luar biasa, ungkap kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa pada Rabu.
"Kami akan membahas masalah mendesak dan mengatasi situasi di Mediterania Timur, pemilihan presiden di Belarusia, serta perkembangan di Lebanon," tulis kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell di Twitter.
Menteri luar negeri negara anggota akan berdiskusi melalui konferensi video.
Yunani pada Selasa menyerukan untuk menggelar pertemuan luar biasa Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa setelah Menteri Luar Negeri Nikos Dendias bertemu dengan Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis.
Sementara itu, Dendias akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo di Wina pada Jumat, sebut Kementerian Luar Negeri Yunani pada Rabu.
Keputusan Turki untuk mengumumkan eksplorasi baru di Mediterania Timur pada Senin melalui Navtex menimbulkan kekhawatiran di Yunani saat Perdana Menteri Mitsotakis mengadakan serangkaian pertemuan dan panggilan telepon kemarin, termasuk dengan Duta Besar AS Geoffrey Pyatt dan Sekretaris Jenderal NATO Stoltenberg.
Langkah kontroversial Yunani pekan lalu untuk menandatangani perjanjian pembatasan maritim dengan Mesir, yang menurut Turki melanggar landas kontinen dan hak maritimnya, memicu ketegangan antara dua negara bertetangga.
Ankara menuduh Yunani menjalankan kebijakan maksimalis di Mediterania Timur dan menggarisbawahi bahwa klaim maritimnya melanggar hak kedaulatan Turki.
Kapal survei seismik Turki MTA Oruc Reis, bersama dengan kapal Ataman dan Cengiz Han, akan melanjutkan aktivitas seismik di Mediterania Timur hingga 23 Agustus.