Omer Koparan
27 Juli 2023•Update: 31 Juli 2023
ANKARA
Türkiye telah memberikan secercah harapan bagi para warga Suriah yang saat ini sedang membutuhkan perawatan medis, baik di dalam wilayahnya sendiri maupun di luar perbatasannya, tetangga Turkiye, Suriah yang dilanda perang itu.
Pasien kanker yang tinggal di daerah pengungsi yang dibersihkan dari teroris dalam operasi militer Türkiye, sekarang dapat menerima perawatan di departemen onkologi di rumah sakit di kota al-Bab, Jarablus, dan Afrin yang dibebaskan.
Di wilayah tersebut, saat ini terdapat total 271 pasien yang menerima pengobatan. Rumah sakit Al-Bab menampung 176 pasien warga Suriah, diikuti oleh RS Afrin dengan 50 orang dan RS Jarablus dengan 45 orang.
Di seluruh rumah sakit di Suriah, kini terdapat 460 pasien kanker sipil yang menerima layanan pengobatan onkologi.
Seorang ahli onkologi Turkiye mendedikasikan satu hari dalam seminggu untuk melayani pasien di rumah sakit al-Bab.
Dokter itu juga dapat mengirim pasien ke Türkiye jika perawatan mereka memerlukan teknik medis lebih lanjut.
Sebaliknya, warga sipil di provinsi Idlib, di mana pasukan rezim dan pendukung mereka menyerang fasilitas kesehatan, menghadapi kesulitan karena terbatasnya akses ke pengobatan dan perawatan.
Sepanjang perang saudara di Suriah, banyak pasien kanker mengalami kesulitan karena kurangnya layanan medis yang layak.
Beberapa dari mereka yang tinggal di bawah kendali rezim telah berusaha pindah ke Idlib dengan harapan mendapatkan perawatan dari Türkiye.
Sementara Türkiye telah lama menangani kasus darurat dan kanker, rujukan pasien berkurang secara signifikan setelah gempa bumi dahsyat melanda bagian selatan negara itu pada 6 Februari.
Namun, upaya telah dilakukan untuk menormalkan kondisi untuk melanjutkan pengobatan kanker di provinsi selatan Adana dan Mersin di Türkiye.
Suriah dilanda perang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak aksi protes pro-demokrasi.
Ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut info dari PBB.