Ekip
27 Januari 2018•Update: 28 Januari 2018
Ekip
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki pada Jumat mengatakan bahwa wilayah Afrin akan diserahkan kepada warga Suriah setelah dibebaskan dari para teroris melalui Operasi Ranting Zaitun.
"Setelah membersihkan mereka [teroris], kami akan menyerahkan wilayah ini kepada pemilik sebenarnya, yakni kepada warga Suriah," kata Mevlut Cavusoglu dalan sebuah acara di Antalya, Turki.
Cavusoglu juga mengecam Amerika Serikat atas tindakan "bermuka dua" dengan memberikan senjata kepada teroris PYD/PKK dan kemudian mengungkapkan kekhawatiran terhadap warga sipil atas durasi operasi.
"Jangan bermuka dua, jujurlah," kata Cavusoglu.
Dia menambahkan bahwa tidak mungkin untuk menemukan solusi politik dengan kelompok teroris.
"Dari mana pun ancaman teror datang, dari Afrin [Syria], Sinjar [Irak], Qandil [Irak], Manbij [Syria] atau Sungai Efrat ke timur, kita akan menghalangi dan menghancurkannya," kata Cavusoglu.
Dia menyatakan bahwa Turki adalah negara paling sensitif soal warga sipil, pengungsi dan hak-hak mereka.
"Kami menjamu 3,5 juta orang Suriah dan Irak di negara kami. Kami tidak pernah mengatakan cukup,” tegas dia menambahkan bahwa AS bahkan tidak berkontribusi untuk pengeluaran Turki dalam hal kemanusiaan namun masih mengingatkan Turki akan masalah tersebut.
Turki pada Sabtu lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga menekankan pentingnya supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.
Selama ini, AS mendukung PYD/PKK, yang dipandang Ankara sebagai cabang Suriah dari organisasi teror PKK yang memberontak melawan Turki selama lebih dari 30 tahun. Kampanye teror mereka merenggut nyawa puluhan ribu orang.
Dukungan AS terhadap kelompok teror itu tidak disambut baik oleh Ankara, karena Washington menganggap SDF - cabang dari PYD/PKK - sebagai "rekan terpercaya" dalam upayanya melawan Daesh. AS juga terus memberikan mereka senjata dan peralatan lain, walau ditentang keras oleh Turki.