Astudestra Ajengrastrı
27 Juli 2018•Update: 28 Juli 2018
Tugcenur Yilmaz
ANKARA
Pejabat senior Turki pada Jumat menyangkal laporan adanya kesepakatan antara Ankara dan Washington untuk bertukar tahanan, antara warga Turki yang ditahan di Israel dengan pendeta AS yang ditahan di Turki.
Berbicara kepada Anadolu Agency dalam kondisi anonim karena pelarangan berbicara kepada media, pejabat tersebut berkata, "Kami melihat laporan media yang menyebut ada perjanjian antara Turki dengan AS untuk membebaskan Ebru Ozkan, warga Turki yang ditahan Israel atas dugaan palsu terorisme, dan sebagai gantinya pengadilan Turki akan melepaskan Andrew Brunson."
"Laporan-laporan itu tidak berdasar. Pemerintah Turki tak punya niat untuk mencampuri urusan pengadilan independen di negara ini," tambah dia.
Laporan tersebut telah beredar di media-media AS.
Setelah mengunjungi Yerusalem, Ozkan ditangkap pada 11 Juni di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, tepat sebelum dia kembali ke Turki. Pengadilan Israel memutuskan memberinya pembebasan bersyarat pada 11 Juli.
Brunson, yang ditangkap di Provinsi Aegean, Izmir, pada Desember 2016 dengan tuduhan terlibat kejahatan untuk kelompok teror FETO dan PKK, baru-baru ini dipindahkan ke tahanan rumah karena alasan kesehatan.