Muhammad Abdullah Azzam
25 Desember 2018•Update: 26 Desember 2018
Nazlı Yüzbaşıoğlu
ANKARA
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengungkapkan pihaknya meminta kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) agar tidak melayani agenda kelompok teroris PYD/YPG selama proses penarikan diri dari Suriah.
Dalam rapat evaluasi kebijakan luar negeri Turki tahun 2018, Cavusoglu mengatakan negaranya akan segera menyelesaikan peta jalan (roadmap) Manbij di Suriah.
Dia menekankan tekad Turki telah bulat soal langkah operasi di Suriah.
Menteri Cavusoglu mengungkapkan terjadi perkembangan penting bahwa pemerintah AS akan menarik diri dari Suriah pasca pernyataan Presiden Erdogan bahwa Turki akan melakukan intervensi terhadap ancaman YPG/PKK di wilayah perbatasan Suriah.
Cavusoglu menuturkan bahwa pihak-pihak Kemeterian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan kedua negara tengah melakukan koordinasi terkait kekosongan di lapangan pasca-keputusan penarikan AS dari Suriah.
"Saya ingin menekankan bahwa kami menyambut dengan senang keputusan AS itu dan akan melakukan dialog erat dengan pemerintah AS," ujar Menlu Turki itu.
Cavusoglu mengungkapkan Turki memiliki kekuatan untuk menumpas Daesh di Suriah sendirian.
Cavusoglu mengatakan Ankara dan Washington sepakat akan mengambil "langkah lebih lanjut" mengenai peta jalan (roadmap) Manbij setelah AS menarik semua tentaranya dari Suriah.
Turki menyerukan OKI bertemu untuk membahas konflik Yaman
Soal perang saudara di Yaman yang telah memasuki tahun kelima, Cavusoglu mengatakan konflik yang melanda di negara tersebut akibat kebijakan politik negara-negara teluk yang salah.
"Saya katakan dengan sangat jelas di sini, pengambilan langkah awal yang salah oleh negara Teluk membuat konflik di sana menjadi kompleks, dan sangat disayangkan konflik menyebabkan banyak orang menderita kelaparan dan penyakit, sehingga banyak anak-anak, wanita meninggal dunia," ujar dia.
Cavusoglu mengatakan bahwa Turki tengah berupaya untuk menyelesaikan krisis politik di Yaman.
“Seperti dukungan yang kami berikan kepada komunitas internasional lainnya, kini kami mengajak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengadakan pertemuan bertema Yaman,” tutur Cavusoglu.
Cavusoglu menjelaskan Turki berencana mengadakan pertemuan tersebut di Istanbul pada Januari 2019.