Dunia

Turki dapat jadi tuan rumah pertemuan trilateral Rusia, Ukraina, OSCE

Ankara ingin membantu meredakan ketegangan antara Ukraina, dan Rusia

Merve Gul Aydogan Aglarci   | 21.01.2022
Turki dapat jadi tuan rumah pertemuan trilateral Rusia, Ukraina, OSCE Ilustrasi (Foto file - Anadolu Agency)


ANKARA 

Dalam upaya untuk meredakan ketegangan antara Ukraina dan Rusia, Turki dapat menjadi tuan rumah putaran berikutnya dari Grup Kontak Trilateral, yang terdiri dari Rusia, Ukraina, dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE).

Rusia baru-baru ini mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan timur Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa Rusia sedang merencanakan serangan militer lain terhadap bekas tetangga Sovietnya itu. Namun Moskow menepis kekhawatiran tersebut.

Sumber diplomatik mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Ankara mencurahkan upaya untuk mengurangi ketegangan di perbatasan Ukraina-Rusia.

Pembicaraan tentang mengadakan putaran berikutnya dari Grup Kontak Trilateral di Istanbul masih berlanjut, kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media.

Namun, mereka tidak merinci tanggal pertemuan itu.

Sumber itu mencatat bahwa Rusia dan Ukraina mendukung peran mediator Turki.

Pasukan Rusia memasuki Semenanjung Krimea pada Februari 2014, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi membagi daerah itu menjadi dua wilayah federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.

Turki dan AS, serta Majelis Umum PBB, memandang pencaplokan itu sebagai tindakan ilegal.

Menurut PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di wilayah Donbas timur Ukraina telah menewaskan lebih dari 13.000 orang sejak 2014.

Tentang upaya normalisasi dengan Israel, sumber di atas mengutip komentar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tentang potensi kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Turki, dan mengatakan bahwa pembicaraan diplomatik berlanjut pada tingkat yang berbeda.

Hubungan dengan Arab Saudi

Sumber tersebut mengatakan bahwa pembicaraan diplomatik antara Turki dan Arab Saudi juga berlanjut dalam upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral.

Turki dan Arab Saudi telah melihat hubungan mereka memburuk dalam beberapa tahun terakhir karena kebijakan luar negeri keduanya. Ketegangan meningkat setelah pembunuhan 2018 jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın