ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan sejawatnya dari Amerika Serikat (AS) Antony Blinken akan bertemu di New York pada Rabu untuk menghadiri pertemuan pertama Mekanisme Strategis Turki-AS di tingkat menteri luar negeri.
Anadolu Agency mengumpulkan rincian kunjungan Cavusoglu ke AS pada 16-19 Mei dan isu-isu yang akan dibahas pada pertemuan para menteri luar negeri yang akan diadakan pada hari Rabu, serta keadaan hubungan kedua negara saat ini.
Cavusoglu akan menghadiri Forum Tinjauan Migrasi Internasional pertama di sela-sela Sidang Umum PBB.
Dia juga akan menghadiri pertemuan tingkat menteri forum Global Food Security Call to Action yang akan diselenggarakan oleh Blinken dan di sana menlu Turki akan mengadakan pertemuan bilateral.
Cavusoglu dan Blinken dijadwalkan akan membahas semua aspek hubungan Turki-Amerika sebagai bagian dari mekanisme strategis.
Dialog bilateral meningkat di tingkat tinggi
Langkah pertama dari mekanisme strategis itu diambil selama pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan sejawatnya dari AS Joe Biden di ibu kota Italia, Roma pada 31 Oktober 2021.
Erdogan dan Biden sepakat untuk membentuk mekanisme strategis yang mempromosikan dialog tingkat tinggi dan membahas masalah-masalah yang tidak sepenuhnya disetujui oleh Turki dan AS, bersama dengan masalah yang sedang mereka kerjakan.
Selama kunjungan 4 April Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland ke Ankara, Mekanisme Strategis Turki-AS diluncurkan, di mana pertemuan di tingkat menteri luar negeri yang akan ditujukan untuk tahun ini.
Undangan pada Cavusoglu dari Blinken
Undangan pertemuan tingkat menteri tersebut datang dari Blinken selama proses mekanisme strategis yang berjalan positif.
Cavusoglu mengatakan Blinken mengundangnya dan mereka akan bertemu pada Rabu.
"Kami ingin mekanisme ini berorientasi pada hasil. Kami ingin kedua pihak mengambil langkah [positif] dalam hal ini."
Topik-topik yang menjadi kepentingan bersama kedua negara, termasuk kerja sama ekonomi dan pertahanan, aksi kontra-terorisme, serta isu-isu regional dan global akan dibahas dalam pertemuan tingkat menteri pada Rabu.
Dialog berorientasi hasil dan diplomasi
Inisiasi mekanisme strategis menjadi langkah penting untuk mengaktifkan mekanisme dialog bilateral dan memelihara hubungan aliansi yang mengakar di semua tingkatan pada poros diplomasi.
Dialog yang erat dan berorientasi pada hasil kedua negara di semua tingkatan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan mengevaluasi dengan lebih baik peluang yang ada akan memberikan dorongan positif bagi hubungan tersebut.
Perdagangan dan investasi adalah bidang-bidang terpenting dalam pembicaraan kerja sama antara Turki dan AS yang berfokus pada bagaimana memperkuat kerja sama sambil memperbaiki hubungan untuk masa depan melalui mekanisme strategis.
Masalah kontroversial dalam hubungan
Di antara berbagai masalah yang merusak hubungan Turki-AS adalah kerja sama AS dengan organisasi teroris PYD-YPG/PKK, sikapnya terhadap Organisasi Teroris Fetullah (FETO), ketidaksepakatan atas akuisisi S-400, dan sanksi Washington terhadap Turki.
Dalam pertemuan yang dihadiri Cavusoglu dan Blinken, diharapkan pihak Turki sekali lagi akan menyampaikan harapannya kepada AS untuk mengambil langkah-langkah kerja sama baru dan konkrit dalam memerangi terorisme.
Selain itu, permintaan Turki dari AS untuk mengambil sikap tegas terhadap teroris FETO tetap dibahas dalam semua kontak antara kedua negara, dan diperkirakan akan kembali dibicarakan pada pertemuan tingkat menteri.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang. YPG adalah cabang PKK di Suriah.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 di Turki, di mana 251 orang tewas dan 2.734 terluka.
Pemerintah Turki menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi ke lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.
Selama pertemuan itu, Turki berharap agar bahasa pemberian sanksi AS diganti dengan kerja sama, dan langkah-langkah yang diambil oleh Turki sesuai dengan kebutuhan keamanannya dan tidak akan dikaitkan dengan sanksi.
Sementara itu, dalam hubungan Turki-AS, negosiasi pembelian F-16 generasi baru dan modernisasi F-16 yang ada juga tetap berlanjut.
Masalah global dan regional
Mekanisme strategis ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi konsultasi dan koordinasi bilateral mengenai perkembangan global dan regional.
Dalam pertemuan Cavusoglu-Blinken, mereka akan membahas perkembangan terkini tentang perang Ukraina-Rusia dan diskusi tentang proses keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO.
Perkembangan dalam hubungan Turki-Armenia juga dapat dimasukkan dalam agenda pertemuan.
news_share_descriptionsubscription_contact
