Maria Elisa Hospita
29 Maret 2019•Update: 31 Maret 2019
Sarp Ozer
ANKARA
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Jumat mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan di Suriah.
"Keputusan ini salah dan berbahaya. Anda menabur bibit badai dan menuai angin puyuh," kata Akar merujuk pada langkah AS yang kontroversial.
Pada Senin, Presiden AS Donald Trump menandatangani dekrit yang secara resmi mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.
Israel menduduki Golan selama Perang Arab-Israel 1967, sebelum akhirnya menduduki sekitar dua pertiga wilayah Golan.
Pada 1981, Israel secara resmi menganeksasi wilayah itu, yang kemudian ditentang dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB.
Selama beberapa tahun terakhir, Turki, Rusia, China, Jerman sudah beberapa kali menentang langkah-langkah Washington yang kontroversial.
Dalam kesempatan itu, Akar menyatakan harapannya agar semua orang berempati dengan perkembangan di Laut Aegea dan itu tidak boleh diprovokasi.