Muhammad Abdullah Azzam
06 Oktober 2020•Update: 08 Oktober 2020
Sarp Ozer
ANKARA
Armenia harus menarik diri dari wilayah Azerbaijan yang didudukinya dan berhenti bekerja sama dengan organisasi teroris, kata menteri pertahanan Turki pada Senin.
"Armenia harus menarik diri dari wilayah [Azerbaijan] yang didudukinya, mengakhiri kerja sama dengan organisasi teroris, dan menyingkirkan tentara bayaran dan teroris dari wilayah [Karabakh Atas]," kata Hulusi Akar dalam konferensi virtual dengan pejabat tinggi militer Turki.
Dengan menghantam warga sipil, Armenia telah melakukan "kejahatan perang" di wilayah Azerbaijan yang diduduki di Karabakh Atas, yang harus diketahui oleh semua orang, tegas Akar.
Otoritas Armenia, yang secara terang-terangan menyerang warga sipil yang tidak bersalah, pasti akan diadili oleh hati nurani umat manusia, terutama rakyat mereka sendiri, tambah dia.
Pertempuran kedua Azerbaijan-Armenia dimulai pada 27 September, ketika pasukan Armenia menyerang pemukiman sipil dan militer Azerbaijan di Karabakh Atas, yang juga dikenal sebagai wilayah Nagorno Karabakh, yang menimbulkan korban jiwa.
Konflik Karabakh Atas
Hubungan antara kedua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Berbagai resolusi PBB, serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan penyerang.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan AS - dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata disepakati pada tahun 1994.
Banyak kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis dan AS, mendesak gencatan senjata segera. sementara Turki mendukung hak Azerbaijan untuk membela diri.