Muhammad Abdullah Azzam
18 Desember 2019•Update: 18 Desember 2019
Büşra Nur Bilgiç
ANKARA
Negara-negara Eropa melihat pengungsi bukan sebagai manusia tetapi sebagai ancaman keamanan, ungkap pejabat senior Turki pada Selasa.
Sebaliknya, rakyat Turki membuka hati mereka bagi jutaan warga Suriah, Irak, Afghanistan, dan orang-orang dari negara lain. Kami akan terus melakukan tugas kami, bahkan bila orang lain tidak memenuhi tanggung jawab mereka," ungkap Direktur Dinas Komunikasi Turki Fahrettin Altun.
Mengatasi krisis kemanusiaan global membutuhkan upaya dari masyarakat internasional, lanjut Altun.
Sebelum menghadiri Forum Pengungsi Global pertama yang diselenggarakan oleh UNHCR di Swiss, Fahrettin Altun mengatakan via Twitter bahwa krisis pengungsi global menantang semua orang yang peduli dengan kemanusiaan.
"Turki menampung empat juta pengungsi dan membantu ratusan ribu pengungsi di Suriah dan Irak. Kami membantu mereka yang membutuhkan tidak hanya di wilayah kami tetapi di seluruh dunia," kata Altun.
"Krisis kemanusiaan global membutuhkan upaya internasional berskala besar. Kami membantu dan kami memimpin," tutur dia.
Altun juga menyinggung minimnya dukungan internasional terhadap negaranya.
"Sudah saatnya komunitas internasional berkumpul dan mengikuti jejak Turki dalam mendukung para pengungsi di seluruh dunia," tukas dia.