Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Maret 2019•Update: 28 Maret 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menegaskan bahwa Rusia harus keluar dari Venezuela, menyusul pengerahan pasukan dan peralatan Moskow ke negara Amerika Latin itu.
Trump membuat pernyataan ketika menjamu Fabiana Rosales, istri Presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido, di Gedung Putih.
"Kami bersama Anda 100 persen," kata Trump kepada Rosales di hadapan wartawan, sambil mengeluarkan ancaman tidak langsung soal penggunaan kekuatan militer di tengah kebuntuan politik Venezuela.
"Selain militer, Anda tidak bisa mendapatkan tekanan lebih dari yang mereka miliki. Semua opsi terbuka," ujar Trump.
Ketika ditanya apakah itu termasuk mengirimkan pasukan militer AS, Trump menegaskan kembali bahwa semua opsi sedang dipertimbangkan.
Guaido, pemimpin Majelis Nasional dan oposisi, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada Januari dan menuntut Presiden Nicolas Maduro mundur dari kekuasaan.
AS dan puluhan negara lainnya mengakui Guaido sebagai pemimpin yang sah di negara itu.
Sementara Maduro, yang didukung oleh Rusia, menegaskan bahwa dia adalah target kudeta yang diatur oleh Washington.
Moskow membenarkan bahwa akhir pekan lalu pihaknya telah mengirim dua pesawat militer, yang dipenuhi dengan pasukan dan bantuan medis, ke Venezuela.
Kebuntuan politik terjadi ketika Venezuela bergulat dengan krisis ekonomi yang memburuk, yang telah menyebabkan meluasnya kekurangan barang di seluruh negeri dan menyebabkan jaringan listrik putus selama seminggu.
Kondisi ekonomi Venezuela merosot tajam menyusul penurunan harga minyak mentah global, yang menjadi ekspor utama negara itu.