Maria Elisa Hospita
20 Desember 2018•Update: 21 Desember 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa koalisi militer pimpinan AS telah berhasil mengalahkan kelompok teroris Daesh dan akan menarik pasukannya dari Suriah.
"Kami telah mengalahkan Daesh di Suriah, satu-satunya alasan saya menempatkan pasukan AS di sana selama kepemimpinan saya," cuit Trump via Twitter.
Pengumuman itu dikeluarkan menyusul laporan bahwa AS sedang mempersiapkan penarikan sekitar 2.000 pasukannya dari timur laut Suriah.
Sebelumnya, Trump sudah menyampaikan niatnya untuk menarik pasukan dari Suriah, tetapi menghadapi tekanan dari petinggi Pentagon dan beberapa pejabat tingginya yang ingin mempertahankan kehadiran militer AS di negara itu sampai pasukan Iran menarik diri.
Sementara itu, Gedung Putih mengkonfirmasi penarikan militer sekaligus kemenangannya melawan Daesh di Suriah.
"AS dan sekutu kami siap untuk kembali terlibat di semua tingkat untuk membela kepentingan Amerika kapanpun dibutuhkan," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.
Konfirmasi dari Gedung Putih itu kemudian mengundang protes dari Capitol Hill yang memperingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam melawan Daesh.
"Dengan segala hormat, Daesh tidak dikalahkan di Suriah dan Irak. Penarikan pasukan kita di Suriah akan menempatkan sekutu kita, Kurdi, dalam bahaya," ujar Senator Lindsey Graham.
"Penarikan pasukan juga akan memicu keinginan Daesh untuk kembali ke sana," kata dia lagi.
Keputusan itu muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan rencana operasi militer di timur laut Suriah untuk memerangi YPG / PKK.
Sebelumnya, Ankara telah meluncurkan dua operasi militer terpisah di utara Suriah.