Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
09 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengatakan Iran tampaknya akan mundur setelah meluncurkan rentetan rudal ke fasilitas Irak yang menampung pasukan AS dan koalisi.
Trump mengatakan tidak ada korban dari militer AS ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan lebih dari selusin rudal balistik sebagai pembalasan atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds.
"Iran tampaknya akan mundur, yang merupakan hal baik untuk semua pihak terkait, dan hal yang sangat baik bagi dunia," ujar dia.
Diapit oleh pejabat tinggi militer dan administrasi di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk mendapatkan senjata nuklir selama dia berkuasa.
Dia tidak memberi sinyal soal aksi militer tambahan AS setelah serangan tersebut, tetapi mengatakan pemerintahannya akan memberlakukan sanksi tambahan terhadap Iran sambil mengevaluasi opsi dalam menanggapi agresi Teheran.
Namun, rincian tentang sanksi ekonomi tersebut belum diumumkan.
Presiden mengatakan bahwa AS tetap siap untuk merangkul perdamaian dengan semua yang menginginkannya.
Dia menekankan bahwa AS dan Iran harus bekerja sama dalam prioritas bersama, termasuk mengalahkan organisasi teroris Daesh/ISIS sampai akhir.
Soleimani, komandan Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam, terbunuh ketika sebuah drone AS menyerang konvoinya di luar bandara Baghdad Jumat pagi.
Serangan tersebut dilakukan setelah aksi saling tuding antara AS dan pasukan Iran yang dimulai dengan pembunuhan seorang kontraktor Amerika di sebuah pangkalan militer AS di Irak akhir bulan lalu.
AS membalas dengan serangan udara pada milisi Iran yang dinilai bertanggung jawab melakukan serangan itu. Aksi tersebut menewaskan belasan orang.
Kedutaan Besar AS di Baghdad kemudian diserang oleh sekelompok milisi dan demonstran yang marah pekan lalu.
Para pejabat AS menuduh Soleimani berada dibalik serangan terhadap kedutaan dan mengklaim bahwa jika serangan udara tidak dilakukan, ratusan nyawa warga Amerika akan hilang.