Chandni Vasandani
23 Agustus 2017•Update: 24 Agustus 2017
By Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump pada Selasa mencoba menulis ulang caranya mengomentari pawai kebencian terbesar dalam 10 tahun terakhir di AS. Dalam pidato sepanjang 1,5 jam yang dibawakan dengan gaya sama ketika dirinya berkampanye saat pemilu, Trump menyalahkan media.
“Yang memberi panggung bagi kelompok kebencian ini adalah media dan banyaknya fake news,” kata Trump pada pendukungnya di Arizona.
Presiden AS itu dikritisi atas responsnya terhadap demonstrasi di Charlottesville, Virginia, dan bentrokan antar kelompok protes.
Trump membacakan 3 pernyataan kepresidenan yang dikeluarkannya selama demonstrasi 11 dan 12 Agustus, mengeluh bahwa media tidak memberitakan itu, padahal menurutnya “kata-katanya sempurna”.
Namun dia menghilangkan satu kalimat penting yang menjadi pemicu kritik massal setelah demonstrasi itu.
Dalam pernyataan aslinya, Trump mengutuk aksi kekerasan di Charlottesville, dan mengakhiri pernyataan dengan menyalahkan “kedua sisi”, sehingga menyamakan kelompok neo-Nazi dan supremasi kulit putih dengan mereka yang datang untuk memprotes kebencian. Lebih lanjut, Trump juga gagal menyinggung pernyataan lainnya yang tampak menyalahkan “semua sisi” untuk kericuhan.
Kata-kata kontroversial itu dihilangkan ketika Trump membaca pernyataannya pada Selasa malam, kemungkinan karena sebelumnya kata-katanya dikritik berbagai pihak, termasuk beberapa petinggi partai pendukung Trump.
“Apa yang terjadi di Charlottesville menusuk Amerika ke akarnya. Dan malam ini, seluruh gedung ini bersatu melawan preman yang menyebarkan kebencian dan kekerasan,” kata Trump. “Saya mengecam keras kelompok neo-Nazi, supremasi kulit putih, dan KKK.”
Trump kemudian menyiratkan dia akan mengampuni kepala polisi daerah Arizona yang saat ini menunggu vonis atas tuduhan melanggar perintah pengadilan soal mengincar Keturunan Amerika Latin secara rasial dan tanpa mengonfirmasi membawanya ke imigrasi untuk dideportasi.
“Saya pikir dia akan baik-baik saja, tapi saya tidak akan melakukannya malam ini karena tidak ingin membuat kontroversi,” kata Trump. “Tapi Sheriff Joe Arpaio boleh tenang.”
Setelah pidato Trump, demonstran memadati area di luar Phoenix Convention dan sempat bentrok dengan polisi yang menyemprotkan gas air mata.