Politik, Dunia

Terpilih kembali, Paul Biya pimpin Kamerun tujuh periode

Biya menjabat sebagai presiden sejak tahun 1982, menjadikannya sebagai salah satu pemimpin terlama di Afrika

Maria Elisa Hospita  | 23.10.2018 - Update : 24.10.2018
Terpilih kembali, Paul Biya pimpin Kamerun tujuh periode Ilustrasi. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Felix Nkambeh Tih

ANKARA

Paul Biya, presiden Kamerun yang telah lama memerintah, kembali memenangkan pemilihan presiden.

Kemenangan tersebut menjadikannya sebagai pemimpin negara untuk tujuh periode berturut-turut.

"Pemilihan umum berjalan dengan bebas, adil, kredibel meskipun ada sejumlah tantangan keamanan di wilayah yang berbahasa Inggris," kata Presiden Dewan Konstitusi Clement Atangana, Senin.

Biya memperoleh 71,28 persen suara, sementara saingan utamanya, Maurice Kamto, menempati posisi kedua dengan 14,23 persen suara dalam pilpres yang digelar pada 7 Oktober.

Menurut otoritas pemilu, jumlah pemilih mencapai 53,85 persen dari 6.667.754 pemilih terdaftar.

Biya, 85 tahun, menjabat sebagai perdana menteri sejak tahun 1975, kemudian menggantikan mantan presiden Ahmadou Ahidjo pada 1982.

Sementara itu, pemimpin oposisi Kamto telah menyatakan diri sebagai pemenang pilpres.

Kamto mengklaim bahwa partainya, Cameroon Renaissance Movement (MRC), telah mengumpulkan bukti-bukti sahih mengenai kemenangannya.

Dia mengatakan kepada media setempat bahwa penundaan pengumuman hasil resmi "tidak perlu" dan "mencurigakan".

"Kebanyakan negara di dunia mengumumkan hasil pemilu di hari pelaksanaan atau sehari setelah pemilu. Di Kamerun, Dewan Konstitusi yang ditunjuk langsung oleh presiden menghabiskan 15 hari untuk melakukannya," tandas Kamto.

Pemilihan presiden berlangsung di tengah kekerasan yang melanda negara itu, terutama di dua wilayah berbahasa Inggris.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.