Muhammad Abdullah Azzam
16 Desember 2020•Update: 16 Desember 2020
Muhammet Ikbal Arslan
LEFKOSA, Republik Turki Siprus Utara
Republik Turki Siprus Utara (TRNC) pada Selasa mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mencabut sanksi "yang sangat salah" terhadap Turki.
"Sangat salah menjatuhkan sanksi kepada Turki hanya karena negara itu membeli rudal S-400 untuk keamanan sendiri dan wilayahnya," kata Perdana Menteri TRNC Ersan Saner dalam pernyataan tertulis.
Pernyataan dari Saner muncul setelah Departemen Keuangan AS pada Senin menjatuhkan sanksi pada Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
Sanksi berdasarkan Undang-Undang Penentang Lawan Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) itu menargetkan Direktorat Industri Pertahanan (SSB) Turki, termasuk Ismail Demir, kepala SSB, dan tiga pejabat lainnya.
Saner menekankan bahwa Turki adalah "satu-satunya jaminan" bagi keberadaan rakyat Siprus Turki di pulau itu dan kedaulatan TRNC.
Dia juga mencatat bahwa kekuatan dan kebijakan yang tepat Ankara menjadikannya komponen terpenting untuk perdamaian dan stabilitas di Mediterania Timur dan Siprus.
Saner menambahkan bahwa Washington telah membuat "langkah yang bertentangan dan mengambil pilihan yang salah" dengan mencabut embargo senjata pada Siprus Yunani, yang bukan anggota aliansi NATO, yang juga ditolak Washington untuk penjualan sistem pertahanan rudal Patriot.
PM Saner meminta AS untuk "memperbaiki kesalahannya dan mengembangkan hubungan yang sehat dengan Turki."